Harga Garam Mahal, Pedagang Khawatir Garam Oplosan

MONITOR, Jakarta – Harga garam yang naik berlipat beberapa hari ini juga dirasakan oleh para pedagang bumbu seperti yang dirasakan oleh pedagang bumbu masakan di pasar tradisional Bengkulu yang mengeluhkan tingginya harga garam konsumsi.

Di Bengkulu sendiri saat ini harga garam sudah naik hampir 300 persen dari harga normal akibat kelangkaan pasokan.

Salah seorang pedagang bumbu masakan, Ny Kusmi di Bengkulu menyebutkan harga garam konsumsi untuk kemasan 500 gram dijual Rp 2.000, dan sekarang dia terpaksa harus menjual Rp 7.000- 8.000.

“Harganya naik karena kondisi pasokan yang tidak ada lagi, mau tidak mau seperti itu” katanya sebagai mana di lansir anataranews.com. Senen (31/7/2017).

Akibat keterbatasan stok, Ny Kusmi pun juga tidak bisa menyediakan permintaan dalam jumlah besar, seperti permintaan penggiat kuliner dan restoran.

Para pedagang pun, lanjut dia juga khawatir garam industri dikemas menjadi garam konsumsi atau garam oplosan dan beredar dipasaran.

“ Kami Sebagai pedagang tentu khwatir karena jika konsumen kenapa-kenapa komplain ke kami, nukan ke perusahaan, kami pasti kedepanya kehilangan pelanggan akibat itu,” tambahnya

Kelangkaan pasokan garam beberapa hari ini menjadi persoalan naiknya harga garam di beberapa daerah di Indonesia, hal tersebut disinyalair karena akibat petani garam di beberapa daerah penghasil garam mengalami gagal panen.