Goodyear Gunakan Minyak Kedelai dalam Campuran Kompon Ban

MONITOR, Ohio – Peneliti dari The Goodyear Tire & Rubber Company (Goodyear) berkolaborasi dengan United Soybean Board (USB) Amerika Serikat, memperkenalkan inovasi terbaru dalam mengolah senyawa karet berbasis kedelai yang dapat menjaga kelenturan karet ban pada suhu rendah.

Pada pengujian yang dilakukan di lapangan uji Goodyear di San Angelo, Texas, menunjukkan adanya peningkatan kemampuan ban sebagai hasil pencampurannya dalam proses manufaktur.

Peneliti mengungkapkan bahwa senyawa karet dari minyak kedelai lebih mudah bercampur dengan silika, sehingga memberikan kemampuan cengkraman yang lebih baik dalam kondisi basah maupun kering. Penggunaan minyak kedelai didasarkan pada peningkatan efisiensi pabrik manufaktur, karena bahan tersebut mudah didapatkan secara alami, hemat biaya, dapat mengurangi konsumsi energi dan yang terutama adalah karena merupakan sumber energi yang dapat diperbaharui.

Eric Mizner, Director of Global Material Science Goodyear Tire & Rubber Company mengatakan “Sejarah panjang inovasi Goodyear terus membuat kami berkomitmen untuk mengaplikasikan solusi teknologi terbaru dan mengembangkan performa ban terbaik agar dapat memenuhi kebutuhan konsumen.”

Dalam memproduksi ban, minyak berperan membantu pencampuran polimer kompleks, juga menurunkan kekakuan majemuk pada ban, melindungi peralatan pencampur dari kerusakan dan memperbaiki karakteristik kinerja ban. Pendeknya, minyak sangat di butuhkan. Sementara itu, alternatif pemakaian minyak kedelai, mengurangi penggunaan minyak bumi hingga tujuh juta galon setiap tahun.

“Kami berkomitmen untuk peduli terhadap lingkungan dan masyarakat, salah satu cara mencapai tujuan ini adalah dengan penggunaan minyak kedelai. Hal tersebut dapat meningkatkan penghematan energi karena masa pakai telapak ban lebih lama, sehingga kita semua memberikan dampak positif terhadap lingkungan,” ditambahkan oleh Eric.

Komersialisasi minyak kedelai pada ban sebagai terobosan teknologi terbaru oleh Goodyear didasarkan pada inovasi baru lainnya, seperti penggunaan silika yang berasal dari abu sekam padi. Semua ini semakin menegaskan komitmen Goodyear dalam mengurangi konsumsi minyak bumi dan menjaga kelestarian lingkungan.

Wicaksono Soebroto, Head of Communications PT Goodyear Indonesia, Tbk ikut menjelaskan ,"Untuk Goodyear hal semacam ini sudah jamak, bahkan dalam level negara, Goodyear Indonesia telah mendedikasikan sekurangnya satu hektar lahannya untuk penghijauan kota dan menuju arah menjadi wilayah hutan arboretum untuk Bogor kota."