Gandeng Land Rover, AidHub Lelang Karya Seni Ron Seivertson

MONITOR, Jakarta – Yayasan AidHub International mengadakan lelang Art for Aid 2018. diadakan di Jaguar Land Rover Showroom, Kebayoran Lama Utara, Jakarta Selatan pada Sabtu (5/5) kemarin. Lelang tersebut menampilkan patung kaca dengan tema ‘Manusia Jawa’, dan lebih dari 150 karya seni kaca lainya.

Ron Seivertson selaku seniman pada acara tersebut mengatakan bahwa pelelangan itu untuk memberikan keuntungan dan merayakan kelahiran Yayasan AidHub yang didirikan di Indonesia.

Yayasan Aidhub merupakan sebuah organisasi nirlaba yang berdedikasi untuk menyampaikan teknologi SMART yang inovatif kepada setiap organisasi nirlaba secara global untuk kebaikan yang lebih besar. Pada 27 April, ‘Manusia Jawa’ meninggalkan tempat kelahirannya di fasilitas Horizon Glass di Bali dan dengan aman diantarkan ke tempat istirahat sementara di Showroom Jaguar Land Rover di Jakarta pada 2 Mei.

Acara tersebut dimulai pada jam 2 sore di tanggal 5 Mei 2018. Setelah itu akan dilanjutkan dengan pameran umum dari tanggal 7-28 Mei.

Mengangkat tema ‘Manusia Jawa’ bertujuan menunjukan dan menampilkan mahakarya yang unik sebagai budaya dan warisan Indonesia sekaligus menjadi fitur utama acara tersebut. Di antaranya ialah Patung Hot Glass berukuran sangat signifikan ini terinspirasi oleh penemuan sisa-sisa Homo Erectus di Jawa pada tahun 1891 yang menulis ulang sejarah manusia.

Tujuan utama dari pelelangan ini bukan hanya untuk menemukan pemilik baru ‘Manusia Jawa’ dan tempat peristirahatan terakhir, diharapkan pemilik baru juga akan menampilkan mahakarya penting, mendidik dan historis warisan sejarah Indonesia ini di lobi bangunan ikonik atau museum dari waktu ke waktu.

Selama perjalanan ini, Ron Seivertson dan timnya berencana mengunjungi museum dan situs bersejarah yang memiliki kepentingan spesifik dan relevan. Di antaranya, Museum Arkeologi Sangiran, Trinil dan Museum Sejarah Alam di Jakarta.

Tidak hanya itu, Mr.Seivertson nantinya juga akan menampilkan Manusia Jawa dan memberikan cerita singkat tentang inspirasinya untuk karya agungnya itu.

“Saya dan tim telah melewati Gilimanuk dan menggunakan feri ke pelabuhan Banyuwangi di Jawa, lalu melanjutkan ke dataran tinggi Ijen dan kemudian ke Bromo,” ujar Seivertson, Jakarta, Selasa (8/5).

Lebih lanjut, sang seniman menggambarkan perjalanan itu sebagai pemandangan yang benar-benar memukau, salah satunya dengan membayangkan kita tidak bisa mengharapkan cuaca yang lebih baik lagi beserta fenomena alam dramatis yang mungkin saja sudah dialami oleh Manusia Jawa itu sendiri bertahun-tahun yang lalu, termasuk gunung berapi yang mengepul.

Mr. Seivertson juga mengatakan bahwa salah satu yang menarik dari Perjalanan Manusia Jawa, adalah pemberhentian kami di Trinil, di situs Arkeologi Sangiran, di mana kami bertemu oleh Haris Rahmanendra, peneliti Manusia Awal dengan gelar Master dalam Arkeologi, yang bekerja di Kantor Konservasi Sangiranmet.

Rahmanendra adalah harta karun berupa informasi tentang homo erectus dan iklim yang kembali pada 700.000 tahun.