Gandeng Kementerian KUKM, IMM Ciputat Gelar Pelatihan Kewirausahaan

MONITOR, Tangerang Selatan – Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Republik Indonesia bekerjasama dengan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Ciputat mengadakan pelatihan wirausaha pemula. Pelatihan terbatas ini dihadiri 40 peserta yang berlokasi di Wisma Kopertais UIN Jakarta, Minggu (13/8/2017).

Dalam kesempatan itu, Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Kemenko dan UKM RI, M. Nurul Rahman, menyampaikan bahwa gerakan kewirausahaan harus digalakkan di seluruh elemen masyarakat. Tujuannya, kata dia, agar pertumbuhan ekonomi bisa dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia.

"Upaya tersebut salah satunya dilakukan dengan meningkatkan jiwa kewirausahaan di masyarakat. Gerakan kewirausahaan di masyarakat harus digalakkan, jumlah wirausaha di Indonesia pada 2016 mencapai 1,67% dari jumlah penduduk. Namun ini masih kurang, harusnya minimal jumlah wirausaha adalah 2% dari jumlah penduduk," jelas Anang, panggilan akrabnya.

Selain pemerintah, hadir pula para pakar ekonomi dan praktisi dalam pelatihan tersebut. Diantaranya, Ketua STIE Ahmad Dahlan, Mukhaer Pakkanna. Ia menegaskan bahwa sociopreneur merupakan solusi untuk meningkatkan perekonomian Nasional.

Menurutnya, hadirnya wirausahawan di kalangan masyarakat luas bisa mengurai mata rantai pengangguran dan kemiskinan. "Indonesia tercatat sebagai negara ke-4 terpadat di dunia yang pada saat bersamaan memiliki masalah pengangguran dan kemiskinan. Dengan hadirnya wirausaha-wirausaha dari kalangan masyarakat, maka bukan tidak mungkin masalah ekonomi bangsa ini akan teratasi, karena dapat membuka lowongan pekerjaan dan meningkatkan daya saing masyarakat di pasar," ujar Mukhaer.

Selanjutnya, Edi Setiawan selaku Dosen Ekonomi Uhamka menyampaikan pentingnya teknik copywriting bisnis online, yang merupakan seni menjual dengan media tulisan. Ia menjelaskan, bahwa dalam bisnis online, media tulisan sangatlah penting untuk membuat pembaca mulai membeli, mendaftar, mengingat atau melakukan suatu tujuan yang diinginkan dari tulisan.

"Media tulisan ini tidak ubahnya seperti sales yang berhadapan dengan konsumen," ujar Edi.

Pemateri selanjutnya adalah Fahmi Syahirul Alim, pengusaha kuliner ini menekankan kepada para peserta agar tidak usah banyak berpikir selama ada peluang dalam memulai bisnis wirausaha.

"Jangan banyak berfikir dalam melakukan usaha, lakukan saja jika ada peluang, dan jika tidak ada peluang buatlah peluang," tukas pemilik kedai Spaghety Pedas ini.

Di sesi terakhir, ada diskusi bersama Emaridal Ulza seorang brand consultant dengan tema "The Art Startup Business". Dari awal hingga akhir, peserta terlihat antusias dalam mengikuti acara pelatihan ini. Salah satunya Nurul Amelia Fitri, mahasiswa semester 3 UIN Jakarta ini mengaku mendapatkan ilmu yang luar biasa dari acara ini.

Ia mengaku tak sabar untuk segera mempraktikkan ilmunya menjajaki dunia bisnis. "Senang sekali hari ini dapat mengikuti pelatihan wirausaha pemula, banyak ilmu yang saya dapatkan. Rasanya ingin cepat-cepat berwirausaha langsung," tutur Nurul.