Fadli Zon Ingatkan Pemerintah Soal Pelemahan Nilai Tukar Rupiah

MONITOR, Jakarta – Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mengingatkan agar pemerintah segera melakukan upaya antisipasi terkait melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menyentuh angka Rp 13.800.

Sebab, menurut Fadli, kian melemahnya nilai tukar rupiah terhadap akan sangat mempengaruhi pertahanan keuangan negara, terlebih pada nilai utang Indonesia.

"Kalau rupiah yang melemah, saya kira ini harus hati-hati, pemerintah harus benar mengambil satu hal yang sangat serius tentang hal ini. Karena kalau kita jebol, tidak ada pertahanan, ini membahayakan terhadap utang kita, terhadap arus perdagangan dan berbagai implikasi lain termasuk impor yang akan menjadi mahal dan membebani APBN kita," kata Fadli di Komplek Parlemen, Senayan, Senin (5/3).

Lebih lanjut ia menyayangkan fenomena melemahnya nilai tukar rupiah, terlebih setelah kedatangan managing director IMF ke Indonesia yang seharusnya memberikan konfiden kepada pasar dunia bahwa fundamental ekonomi nasional dalam kondisi kuat.

"Tetapi kok bisa melemah rupiahnya?" tambah Fadli heran.

Politikus Gerindra itu menilai tentunya ada faktor eksternal yang menjadi penyebabnya, kebijakan di Amerika misalnya. Menurut Fadli, kebijakan Presiden AS Donald Trump yang akan menaikkan suku bunga The Fed, juga berbagai macam stimulus ekonomi yang dilakukan oleh pemerintahan Trump.

"Tapi kan harusnya kalau kita bisa menjadi satu tempat investasi yang baik tidak akan juga ada uang yang keluar. Yang kita khawatirkan itu kalau terjadi capital outflow," pungkasnya.