Pertamina: Keuangan Perseroan dalam Kondisi Sehat

Ilustrasi : Kantor Pusat PT Pertamina (dok. MONITOR)

MONITOR, Jakarta – PT Pertamina (Persero) membantah rencana penjualan aset-aset perusahaan karena kondisi keuangan pertamina yang tengah sulit. Hal tersebut menanggapi beredarnya surat Menteri BUMN, Rini Soemarno yang memberikan persetujuan kepada Pertamina menjual aset-aset perusahaan.  

VP Coorporate Communication Pertamina, Adiatma Sardjito menegaskan bahwa rencana tersebut sebenarnya berkaitan dengan Pertamina membutuhkan mitra strategis di proyek-proyek hulu migas hingga kilang untuk meminimalkan risiko.

“Surat itu enggak ada hubungannya dengan kondisi keuangan. Keuangan pertamina dalam kondisi sehat. Surat itu memberikan izin prinsip, belum memberikan izin untuk penjualan aset,” Kata Adiatma saat dikonfirmasi, Kamis (18/7/2018).

VP Coorporate Communication PT Pertamina (Persero), Adiatma Sardjito (dok. MONITOR)

Adiatma menegaskan duduk parkara surat tersebut adalah direksi Pertamina meminta izin kepada Kementerian BUMN untuk mengkaji penjualan sebagian kepemilikan agar dapat menggandeng mitra strategis yang dibutuhkan Pertamina di proyek-proyek hulu migas hingga kilang untuk meminimalkan risiko.

“Industri migas adalah bisnis yang memiliki tingkat risiko tinggi dan membutuhkan modal besar. Partner strategis digandeng untuk meminimalkan risiko dan memperkuat modal. Jadi, Itu supaya ada capital masuk, alih teknologi, dan memanfaatkan jaringan pasar,” tegasnya.

Sebagai informasi, pada 6 Juni 2018, Direksi Pertamina mengirim surat kepada Kementerian BUMN untuk meminta izin melakukan aksi korporasi mempertahankan dan menyelamatkan keuangan Perseroan. Surat tersebut kemudian mendapat persetujuan Menteri BUMN, Rini Soemarno pada 29 Juni 2018.

Dalam surat persetujuan itu, Rini meminta kepada Direksi Pertamina untuk melakukan kajian mendalam dan penjualan aset harus mendapat persetujuan dari Dewan Komisaris dan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).