Kementerian ESDM: Pasokan Listrik dan BBM Pada Hari H Lebaran Aman

Ilustrasi

MONITOR, Jakarta – Posko nasional sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Idulfitri 1439 H mencatat pada hari pertama Lebaran (15/6) kondisi listrik dan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional dalam kondisi aman.

“Perayaan Idulfitri 2018 didukung oleh sistem kelistrikan yang mumpuni membuat silaturahmi dan saling bermaaf-maafan dapat berjalan optimal,” ujar Ketua Tim Posko Nasional Idulfitri Sektor ESDM Fanshurullah Asa di Jakarta, Jumat (15/6).

Posko melaporkan sistem kelistrikan di seluruh wilayah Indonesia dalam kondisi normal. Tercatat daya mampu sistem kelistrikan nasional sebesar 30.896,23 MegaWatt (MW), sementara beban puncak hanya 26.459,58 MW. Cadangan operasi dari sistem kelistrikan nasional mencapai 4.373,52 MW.

Selain memastikan kondisi kelistrikan terkendali, Posko memastikan pasokan BBM, Liquefied Petroleum Gas (LPG) dan Jaringan Gas (Jargas) dalam kondisi aman.

Dilaporkan stok BBM jenis Premium dapat bertahan selama 21 hari, Solar 19 hari, Pertalite 22 hari, dan kerosene 46 hari. Sementara untuk Pertamax/AKRA memiliki cadangan hingga 22 hari, Pertamax Turbo 43 hari, Pertamina DEX 28 hari, DEXlite 18 hari, dan Avtur 29 hari. Secara umum, penyaluran BBM ini berjalan dengan normal. Di samping itu, kondisi stok LPG dalam status normal dengan cadangan hingga 18 hari. Kondisi BBG dan Jargas pun tersalurkan dengan baik.

Menghadapi arus balik Lebaran, Kementerian ESDM akan mengantisipasi lonjakan konsumsi energi dan terus melaporkan kondisi sektor geologi terkini. “Kami akan berkoordinasi dengan tim Posko Nasional ESDM untuk mengantisipasi arus balik usai Hari Raya Lebaran. Diperkirakan bahwa jalur yang padat arus mudik pada 9-10 Juni lalu, akan kembali padat pada 19-20 Juni. Sementara jalur mudik yang padat pada 13-14 Juni, akan kembali padat pada 23-24 Juni mendatang,” ujar Fansurullah.

Dari subsektor Geologi dilaporkan kondisi Gunung Sinabung (AWAS) teramati hingga pagi ini (16/6) telah terjadi 7 kali gempa Hembusan, 1 kali gempa Tektonik Lokal, dan tremor menerus dengan amplitudo maksimum 0.5-15 mm (dominan 1 mm), masyarakat diharap tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak, dan secara sektoral dari puncak dalam jarak 7 km ke selatan-tenggara, 6 km ke tenggara-timur dan 4 km timur-utara.

Selain itu, Gunung Agung (SIAGA) pagi ini, Sabtu (16/6) kondisi Gunung Agung teramati terjadi 1 kali gempa Vulkanik Dangkal, 1 kali gempa Vulkanik Dalam, dan 1 kali gempa Tektonik Lokal. Gunung Agung sempat erupsi pada Jumat (15/6) pukul 21.15 WITA, di mana hujan abu teramati jatuh di sektor sebelah Barat Gunung Agung di antaranya di Desa Puregai yang berjarak sekitar 7 km dari Puncak Gunung Agung. Masyarakat di sekitar Gunung Agung diharapkan untuk tidak beraktivitas di dalam radius 4 Km dari kawah.

Sementara, Gunung Merapi (WASPADA), melalui rekaman seismograf pada 15 Juni 2018 tercatat 1 kali gempa Hembusan, 9 kali gempa Guguran, 3 kali gempa Fase Banyak, 1 kali gempa Tektonik Lokal, dan 3 kali gempa Tektonik Jauh. Kementerian ESDM tidak merekomendasikan kegiatan pendakian Gunung Merapi untuk sementara, kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana. Selain itu, diimbau juga radius 3 km dari puncak agar dikosongkan dari aktivitas penduduk dan masyarakat yang tinggal di KRB III mohon meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas G. Merapi.

Selain itu, Jumat pagi (15/6) tercatat dua kali gempa bumi, yakni di sebelah Barat Laut Pulau Morotai, Maluku Utara (5 SR) dan di sebelah Barat Laut Sarmi, Papua (5,7 SR). Kedua gempa bumi tersebut tidak berpotensi tsunami. Kondisi terkini gunungapi, gempa bumi, dan gerakan tanah dapat diakses melalui aplikasi MAGMA.