Harga Minyak Dunia Naik Dipicu Kekhawatiran Sanksi AS terhadap Iran

Ilustrasi

MONITOR, New York – Rencana Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang akan menarik diri dari kesepakatan nuklir pada 12 Mei, jika tidak dapat mencapai kesepakatan dengan mitra Eropa untuk memperketat persyaratan perjanjian membuat kekhawatiran potensi sanksi baru AS terhadap Iran. Hal tersebut akhirnya mendorong harga minyak dunia naik pada akhir perdagangan Kamis (Jumat 4/5/2018 pagi WIB).

Para investor khawatir jika sanksi terhadap Iran, produsen terbesar ketiga di Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), diterapkan kembali, bisa berkontribusi terhadap pengetatan persediaan minyak global.

Selain itu, harga minyak juga didukung oleh dolar AS yang melemah terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya yang berada di bawah tekanan setelah Federal Reserve AS pada Rabu (2/5/2018) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah di akhir pertemuan kebijakan moneter dua harinya.

Sementara itu, di bidang data, stok minyak mentah Amerika Serikat membukukan kenaikan mengejutkan 6,2 juta barel pada minggu lalu, menurut laporan mingguan Badan Informasi Energi AS (EIA) pada Rabu (2/5/2018).

Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni menambahkan 0,50 dolar AS, menjadi menetap di 68,43 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Patokan global, minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli, meningkat 0,26 dolar AS, menjadi ditutup pada 73,62 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

Jamkrindo-Jaminan Kredit Indonesia