Ekonomi Digital jadi Penyelamat Penyediaan Lapangan Kerja Indonesia

MONITOR, Jakarta – Tiga tahun pemerintahan Joko Widodo- Jusuf Kalla, INDEF menilai serapan penciptaan lapangan kerja era ini menurun. Untungnya ekonomi digital dalam sektor jasa perdagangan dan transportasi yang kini menjamur menjadi penyumbang kontribusi terbesar dalam penciptaan lapangan kerja.

Menurut Peneliti INDEF Andri Satrio Nugro, keberadaan ekonomi digital berbasis online menjadi penyelamat dalam penciptaan lapangan kerja. Seperti tranportasi daring, e-commerce, fintech yang kini berada paling tinggi penciptaan kerja dengan membuka peluang ribuan tenaga kerja yang karirnya cukup menjajikan.

“Sektor ini padat modal, tapi data menunjukan sektor ini justru menyelamatkan penyerapan tenaga kerja yang tidak bisa dilakukan di sektor tradable. Seharusnya sektor tradable banyak menyerap tenaga kerja dibanding jasa.” Ungkapnya di Kantor INDEF, Pejaten, Jakarta Selatan.

Andri menjelaskan sektor tranportasi, pergudangan dan komunikasi menyelamatkan tambahan 169.137 penduduk perkerja pertahun yang sebelumnya minus 300 ribu pekerja pada era SBY–Boediono.

“Sayangnya, pemerintah justru mempersulit pelaku usaha transportasi online dengan berbagai regulasi. Hal ini perlu dikoreksi pemerintah Joko Widodo-JK jika ingin menciptakan lebih banyak pekerjaan,” tambahnya.

Andri juga menjelaskan Jokowi – JK jangan berfokus pada pembangunan infrastruktur saja, melainkan perhatikan juga serapan tenaga kecil seperti penciptaan lapangan kerja dari ide inisiatif masyarakat yang diantara nya transportasi daring yang sudah terbukti menyerap tenaga kerja banyak malah justru dipersulit regulasinya.