Dukung Pengembangan Startup, Menkominfo Janji Tidak Persulit Aturan

MONITOR, Jakarta – Pemerintah optimis tahun 2019 akan ada lima unicorn di Indonesia. Hal ini disebutkan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, yang percaya diri Indonesia akan terus menambah jumlah unicorn.

"Indonesia baru punya empat unicorn, nah tahun 2019 kita targetkan ada lima unicorn. Kita optimis dapat wujudkan hal itu. Selain mempunyai startup unicorn terbanyak di Asia Tenggara, salah satu startup unicorn dari luar Indonesia (Grab) kontribusi utamanya juga dari pasar Indonesia. Mereka tidak akan jadi unicorn kalau tidak ada di Indonesia," kata Rudiantara, saat menghadiri acara penandatanganan kerja sama pembentukan EV Growth, di Sinar Mas Plaza, Jakarta. (22/3)

Dari data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) seperti yang disampaikan Rudiantara, total investasi yang masuk ke Indonesia untuk startup berbasis teknologi pada 2017 lalu mencapai USD 4,5 miliar. Rudiantara mengatakan nilai yang tinggi tersebut menunjukkan kepercayaan yang besar dari para investor terhadap perusahaan rintisan berbasis teknologi di Indonesia.

Dalam mengembangkan dan meningkatkan jumlah unicorn nanti, Rudiantara menyebut pemerintah tidak akan berbelit belit dalam menerapkan aturan. Ditandai dengan tidak perlunya izin dalam membentuk startup.

"Buka ruang untuk anak Indonesia berinovasi, jangan dilarang atau dibatasi. Pemerintah itu harusnya sebagai fasilitator dan ekseletator bukan hanya sebagai regulator." Ujarnya.

Untuk mencapai target sedikitnya lima startup unicorn pada 2019, berbagai program juga telah disiapkan oleh Kemkominfo. Salah satunya adalah Next Indonesian Unicorn (NextIcorn), sebuah program 1000 startup untuk mempertemukan investor dengan startup, begitupun sebaliknya. Menjadi jembatan agar startup lokal bisa tumbuh menjadi unicorn-unicorn baru. Startup yang mengikuti program ini diikutkan dalam proses kurasi, sebelum nantinya dipertemukan dengan para investor.