Dorong Penyelesaian RCEP, Menteri Ekonomi ASEAN Tingkatkan Soliditas dan Strategi

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita

MONITOR, Singapura- Terkait dengan peningkatan solidaritas dan strategi penyelesaian perundingan Regional, Comprehensive Economic Partnership (RCEP) secara substansial di akhir tahun 2018. Sebanyak 10 Menteri Ekonomi Negara-negara ASEAN bertemu di sela rangkaian pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN (ASEAN Summit) ke-32, di Hotel Shangri La, Singapura.

Pertemuan tersebut juga bermaksud untuk memberikan arahan kepada Komite Perunding RCEP (TNC) dan memastikan tercapainya kemajuan signifikan pada putaran perundingan ke-22 yang segera berlangsung pada 28 April-8 Mei 2018 di Singapura.

Di awal pertemuan, para Menteri membahas perkembangan yang dicapai sejak para Menteri RCEP memberikan arahan tindaklanjut memajukan perundingan pada pertemuan intersesinya yang ke-4 pada bulan Maret lalu, guna menghadapi putaran perundingan ke-22.

Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita, selaku Country Coordinator Perundingan RCEP mengimbau seluruh negara anggota ASEAN untuk menyampaikan paket tawarannya di bidang perdagangan barang, jasa, serta daftar reservasi investasi sebagai langkah nyata untuk menunjukkan sentralitas dan soliditas ASEAN dalam memimpin dan mendorong kemajuan perundingan RCEP menuju penyelesaian.

“ASEAN harus menunjukkan soliditasnya dalam memimpin perundingan menuju penyelesaiannya secara substansial di akhir tahun ini. Hal ini ditunjukkan dengan berusaha memenuhi kesepakatan untuk menyampaikan komitmen awal agar perundingan paket permintaan dan penawaran dapat dimulai dan diintensifkan untuk mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan semua pihak,” ujar Lukita.

Terkait hal itu, dibahas juga persiapan pelaksanaan pertemuan intersesi Menteri RCEP ke-5 yang akan dilaksanakan pada 1 Juli 2018 mendatang di Tokyo, Jepang.

Perlu diketahui, pertemuan tersebut dilakukan setelah ASEAN Economic Community Council (AECC) selesai menuntaskan pembahasan beberapa isu dalam menyelesaikan berbagai komitmen integrasi ekonomi ASEAN. Seperti yang dituangkan dalam AEC Blueprint 2025.