Dolar Menguat, Harga Emas Kian Merosot

MONITOR, Chicago – Kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih rendah pada Selasa (Rabu pagi WIB). Ini dikarenakan ekuitas naik ke level tertinggi baru dan dolar AS tetap menguat.

Dikutip dari Laman Xinhua, untuk pengiriman bulan Desember, kontrak emas paling aktif turun 2,60 dolar AS atau 0,20 persen, menjadi ditutup pada 1.278,30 dolar AS per ounce.

Bahkan kabarnya saham-saham AS naik tajam pada Selasa (24/10) dengan indeks Dow Jones Industrial Average kembali menetapkan rekor baru. Dow naik 201,77 poin atau 0,87 persen menjadi 23.475,73 poin pada pukul 17.23 GMT.

Para analis mengatakan, indeks Dow Jones Industrial Average didorong oleh kinerja Caterpillar dan 3M yang kuat, keduanya melaporkan hasil yang lebih baik dari perkiraan.

Sementara itu, indeks dolar AS, sebuah ukuran greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, naik 0,04 persen menjadi 93,85 pada pukul 17.14 GMT.

Ketika ekuitas mendapat keuntungan dan dolar AS tetap kuat, permintaan akan aset-aset "safe haven", emas menurun.

Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 10,9 sen atau 0,64 persen, ditutup pada 16,966 dolar AS per ounce. Platinum untuk penyerahan Januari berikutnya turun 1,7 dolar AS atau 0,18 persen, menjadi 925,50 dolar AS per ounce.