Ditjen Bea Cukai Bakal Perketat Jalur Pelabuhan

MONITOR, Jakarta – Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) kembali memperketat akses jalur perdagangan. Ini dilakukan demi mencegah maraknya peredaran barang ilegal di Indonesia.

Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi mengatakan, Bea Cukai kedepannya akan rutin melakukan pemantauan ke sejumlah pelabuhan bersama aparat TNI dan Polri.

"Kita lakukan pantauan, selain untuk penertiban juga untuk mempersempit akes si penyeludup tembus barikade keamanan di pelabuhan priuk, tanjung mas, tanjung perak dan belawan," ujarnya saat ditemui MONITOR di Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (15/2).

Dari hasil penyelidikan, Bea Cukai yang bekerja sama dengan PPTAK dan KPK membaca alur penyeludup yang bermulai dari Selat Malaka menuju Pantai Timur Sumatra dilanjut Kalimantan yang berbatasan langsung Sarawak.

Selain melakukan pantauan, upaya lain Bea Cukai yaitu pengawasan dalam bentuk verifikasi administrasi barang yang lebih teliti, dan juga pengawasan secara fisik.

Pengawasan fisik ini menurutnya sangat membutuhkan banyak personil. Sebab, kata dia, jumlah personil yang ada sekitar ratusan tidak mencangkup seluruh akses penyeludup di 400 jalur pelabuhan rakyat ilegal.

"Pelabuhan rakyat ilegal di pantai timur Sumatera itu ada ratusan, kota menghitung itu lebih dr 400 jalur tikus atau pelabuhan rakyat yg ilegal," terangnya.

"Maka kita selalu sinergi dengan TNI dan Polri, karena mereka ada dimana mana. Jadi saat mereka curiga, kita sinergi dan setelah itu lakukan sergapan. Salah satunya yang kita ambil dari jalur tembilahan, mereka kita sergap waktu diperjalanan menuju Jakarta," tambahnya.