Disambut Positif, Permintaan Produk Project Bonds Ruas JORR W2 Utara Diburu Investor

MONITOR, Jakarta – Jasa Marga kembali luncurkan inovasi alternatif pendanaan, kali ini melalui Anak Perusahaannya, PT Marga Lingkar Jakarta (PT MLJ), Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu mengeluarkan Obligasi di level Anak Perusahaan yang disebut Project Bonds untuk Ruas Tol JORR W2 Utara atau Kebon Jeruk-Ulujami sepanjang 7,67 km, yang telah beroperasi penuh sejak tahun 2014.

Melalui dukungan para stakeholder, OJK, Kementerian BUMN, Kementerian PUPR, Kementerian Keuangan, dan BEI serta para investor, produk ini mendapatkan apresiasi yang sangat positif dari publik, terlihat dari tingkat permintaan yang oversubscribed mencapai Rp 1,8 triliun atau setara dengan 1,37 kali dari total nilai penerbitan Rp 1,5 Triliun, adapun hal ini juga mencerminkan minat yang tinggi dari para investor terhadap Project Bonds ini.

Dukungan yang baik dari para stakeholder untuk  Project Bonds dapat terlihat juga dari hasil pemeringkatan yang telah diperoleh adalah idAAAsf (Triple A; Structured Finance) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Selain itu, Project Bonds PT MLJ juga berhasil mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tanggal 31 Oktober 2017 dan resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 9 November 2017.

Instrumen Project Bonds ini dinamakan Obligasi I Marga Lingkar Jakarta Tahun 2017 dan terbagi kedalam lima tranche, dengan memiliki beberapa jangka waktu yaitu:

–    Seri A: 3 (tiga) tahun sebesar Rp 200 Miliar dengan bunga 7,45%, jatuh tempo pada 8 November 2020

–    Seri B: 5 (lima) tahun sebesar Rp 217 Miliar dengan bunga 7,75%, jatuh tempo pada 8 November 2022

–    Seri C: 7 (tujuh) tahun sebesar Rp 299 Miliar dengan bunga 8,30%, jatuh tempo pada 8 November 2024

–    Seri D: 10 (sepuluh) tahun sebesar Rp 320 Miliar dengan bunga 8,70%, jatuh tempo pada 8 November 2027

–    Seri E: 12 (dua belas) tahun sebesar Rp 464 Miliar dengan bunga 8,85%, jatuh tempo pada 8 November 2029

Peruntukan dana Project Bonds tersebut sebagian besar akan digunakan untuk pelunasan kredit investasi dan sisanya sebagai modal kerja.

"Pada proses pembangunan jalan tol, saat ini Jasa Marga memiliki 18 Anak Perusahaan Jalan tol di seluruh indonesia, dimana 2 ruas tol telah beroperasi penuh, 6 ruas tol beroperasi sebagian dan 10 ruas tol dalam tahap pembebasan lahan. Sesuai karakteristiknya, Jalan Tol merupakan bisnis jangka panjang sehingga membutuhkan alternatif pendanaan yang sesuai dengan karakteristiknya," tulis Direktur Utama PT Marga Lingkar Jakarta, Kamis (9/11) dalam siaran persnya.

Penerbitan  Project Bonds ini bertujuan agar perusahaan mendapatkan bunga yang tetap selama periode pinjaman dan juga pembayaran pokok atas pinjaman dapat menyesuaikan kemampuan cash flow daei project.