Dibawah Kepemimpinan Perry, Bank Indonesia Dituntut Menyelamatkan Rupiah

Ketua DPR Bambang Soesatyo saat dimintai keterangan, Minggu (29/4)

MONITOR, Jakarta – Pasca dilantiknya Gubernur Bank Indonesia (BI) yang baru masa periode 2018-2023, Perry Warjiyo menggantikan Agus Martowardojo sebagai pemimpin sebelumnya, diharapkan dapat langsung melakukan akselerasi terhadap nilai tukar rupiah saat ini.

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengatakan, Bank Indonesia perlu memantapkan strategi kebijakan moneter, mengatur dan menjaga sistem pembayaran serta menjaga sistem keuangan.

“Dolar terus meroket di angka Rp 14.000. BI di bawah kepimpinan Perry harus segera mengambil langkah kongkrit dan terukur agar rupiah tidak kian terpuruk terhadap dolar,” kata Bamsoet, di Komplek Parlemen, Senayan, Kamis (24/5).

“Sebagai mantan Deputi Gubernur BI, Perry telah melalui kejadian krisis 1997, 1998, dan 2005, dan berbagai tahun gejolak ekonomi dunia lainnya. Saya yakin Gubernur BI yang baru sudah sangat paham bagaimana mengatasi hal tersebut,” tambahnya.

Masih dikatakan Bamsoet, BI harus mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tengah belum pulihnya ekonomi global. Walaupun, diperkirakan ekonomi global akan membaik ditandai dengan meningkatnya volume perdagangan dunia dan harga komoditas. Namun bukan berarti perbaikan itu langsung terjadi begitu saja, sebab, berbagai kemungkinan masih bisa terjadi.

“Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi global pada 2018 sebesar 3,1 persen, melambat menjadi 3 persen di 2019 dan kemungkinan turun menjadi 2,9 persen di 2020. BI harus bisa mengantisipasi pelemahan ini agar Indonesia tak terlalu kena dampaknya,” ucap politikus Golkar itu.

“Pemerintah sudah mematok pertumbuhan ekonomi 2018 sebesar 5,4 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi global. Untuk mensukseskannya, perlu berbagai langkah yang cermat,” pungkas Bamsoet.