Di Bursa Perdana, Saham PT. Sky Energy Indonesia Meningkat 50 Persen

MONITOR, Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana PT Sky Energy Indonesia Tbk (JSKY), yaitu perusahaan penyedia panel terbesar di Indonesia sebagai emiten keempat di sepanjang tahun 2018 ini.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa, Alpino Kianjaya mengatakan, saham JSKY memiliki kode perdagangan efek yang dicatatkan pada papan pengembangan BEI. Dengan pencatatan itu, maka emiten total perusahaan tercatat saat ini sebanyak 569 emiten.

"Saya harap JSKY senantiasa mematuhi peraturan pasar modal dan semakin maju ke depannya sehingga menjadi pilihan investasi, baik oleh investor domestik maupun global," ujar Alpino di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (28/3).

Ia juga mengharapkan agar perseroan dapat menerapkan prinsip-prinsip tata kelolaan yang baik untuk meningkatkan kualitas dan kinerja perusahaan sehingga mendukung tercapainya sasaran perusahaan yang lebih baik.

Direktur Utama JSKY, Jackson Tandiono, mengatakan bahwa seluruh dana dari hasil Penawaran Umum Perdana (IPO) akan dialokasikan untuk belanja modal dalam rangka menambah kapasitas produksi seiring meningkatnya permintaan produk perusahaan.

"Kami akan gunakan untuk pembelian mesin dan peralatan serta penambahan areal produksi," jelas Jackson.

Aksi korporasi ini merupakan langkah penting bagi JSKY untuk mengembangkan produk karena Indonesia adalah penyedia panel surya.

Dalam perdagangan perdananya di BEI, saham JSKY bergerak meningkat 50 persen menjadi Rp600 per saham. Sementara itu penjamin pelaksana emisi IPO JSKY adalah PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia.