Cadangan Devisa Naik 27 Persen, Politikus Gerindra Puji Jokowi Setinggi Langit

MONITOR, Jakarta – Cadangan devisa negara Indonesia naik 27% dalam 3 tahun terakhir. Pasalnya, di masa akhir pemerintahan SBY berkisar 100 milyar USD, sementara saat ini naik menjadi 127 milyar USD.

Keberhasilan ini disebut Ketua Umum FSP BUMN Bersatu, Arief Poyuono, sebagai buah prestasi Presiden Joko Widodo di bidang ekonomi.

"Naiknya cadangan Devisa negara menjadi 127 Milyar USD menunjukkan kepercayaan pelaku ekonomi nasional dan investor luar negeri kepada kinerja perekonomian pemerintahan Joko Widodo untuk menaruh dananya dalam bentuk US dollar di Indonesia," ujar Arief dalam keterangannya, Selasa (5/9).

Arief menambahkan, kenaikan cadangan devisa Indonesia yang sangat fenomenal di era pemerintahan Joko Widodo merupakan sebuah indikator penting untuk menunjukkan kekuatan perekonomian Indonesia. Dengan begitu, perekonomian Indonesia dinilai mampu membiayai kebutuhan dalam negerinya.

"Paten sekali kinerja Pak Jokowi, dan ini mulai jaman Orde lama tidak pernah ada pencapaian segilang gemilang seperti yang dilakukan Presiden Jokowi dalam bekerja keras, dari pagi hingga malam serta tak kenal lelah mengatur perekonomian nasional," pujinya lagi.

Selain itu ia menyatakan, jumlah yang cukup untuk ukuran cadangan devisa ini disebutnya sebagai jaminan bagi tercapainya stabilitas moneter dan ekonomi makro perekonomian negara.

"Dengan cadangan devisa tersebut, maka akan mampu mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan," imbuh Politikus Gerindra ini.