Pertamina Luncurkan Buku Komik Anti Narkoba untuk Milenial

General Manager Pertamina MOR I, Joko Pitoyo, secara simbolis memberikan komik anti narkoba untuk generasi Milenial

MONITOR, Medan – PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) I sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara merasa terpanggil untuk mengambil peran dalam membangun kesadaran generasi muda untuk menjauhi barang terlarang seperti Narkotika.

Salah satu upaya yang dilakukan Pertamina MOR I, adalah membuat buku komik hasil kreatifitas para komikus muda Sumatera Utara.

Komik ini berisikan cerita-cerita pendek tentang dampak negatif narkoba terhadap kehidupan, dengan pesan moril yang disampaikan dapat dengan mudah dicerna dengan visual yang kreatif dan menarik terutama bagi kalangan millenials dan pelajar.

General Manager Pertamina MOR I, Joko Pitoyo, secara simbolis memberikan komik kepada para siswa dan siswi, Jum’at (7/9) di Gedung Serbaguna Kantor Pertamina Medan.

Joko Pitoyo mengungkapkan, Sumatera Utara (Sumut) menduduki peringkat kedua sebagai provinsi dengan pengguna narkoba terbanyak di Indonesia. Posisi ini menempatkan Sumut tepat berada di bawah ibu kota DKI Jakarta.

Ia pun berharap, keberadaan komik ini, bisa menekan dan mengedukasi para milenial dan pelajar di Sumatera Utara.

“Buku hasil karya seniman muda lokas ini sangat menggugah kesadaran tentang bahaya narkoba bagi masa depan generasi muda. bentuk penyajian berupa komik sangat cocok untuk generasi melenial dengan pesan visual yang mudah dipahami” ungakap Joko Pitoyo.

Joko Pitoyo juga mengatakan, saat ini, data dari BNN ada sekitar 2,2 persen dari 262 juta penduduk Indonesia yang menggunakan narkoba. Dalam sehari, ada 37 hingga 40 orang meninggal sia-sia karena penyakit yang ditimbulkan oleh narkoba.

“Semoga aja, Komik yang berjudul Narkoba Musuh kita! Bisa memberikan dampak positif hingga bisa menekan kematian akibat narkoba yang perharinya ada 37 hingga 40 orang meninggal” ujar Joko.

Komik kompilasi anti narkoba yang berjudul “Narkoba Musuh Kita” dibuat atas kerjasama antara Pertamina MOR I dengan Digidoy Studio yang dipimpin oleh A. Arif Siregar dari anak lokal Medan.