Kerugian Garuda Indonesia Diklaim Menyusut 59,9% di Semester I

MONITOR, Jakarta – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menorehkan penurunan rugi tahun berjalan pada semester I 2018 sekitar 59,93% atau menjadi US$117 juta, dari periode serupa tahun lalu US$292,2 juta.

Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Pahala N. Mansyuri mengatakan, kemampuan perseroan menurunkan kerugian ditopang oleh peningkatan pendapatan operasional sekitar 5,9% menjadi US$1,998 miliar per akhir Juni tahun ini, dari periode serupa tahun lalu US$1,886 miliar.

Selain itu, perseroan mampu memperkecil laju beban operasional selama enam bulan pertama tahun ini sekitar US$2,106 miliar, dari kurun waktu serupa tahun lalu tercatat US$2,101 miliar.

“Dengan adanya pertumbuhan pendapatan usaha, yang kalau di rupiahkan mencapai Rp28,5 triliun, dan beban operasional kita jaga kenaikannya, maka kerugian bisa kita pangkas signifikan,” tutur Pahala, Senin (30/7).

Ia menambahkan, Garuda berhasil mencatatkan capaian tingkat ketepatan waktu (OTP) sekitar 89,93%. Selain itu, perseroan mampu meningkatkan jumlah penumpang sekitar 8,3% menjadi 18,7 juta penumpang per akhir Juni tahun ini, dari kurun waktu yang sama tahun lalu 85,8%.

Sementara, capaian kargo yang diangkut naik 2,7% menjadi 225.000 ton. Dengan adanya kenaikan tersebut, Garuda mencatat pendapatan kargo sebesar US$124,5 juta atau tumbuh 7,6% selama enam bulan pertama tahun ini.

Sejalan dengan strategi pengembangan diferensiasi model bisnis maskapai, perseroan juga mencatatkan peningkatkan pendapatan ancillary revenue sebesar 27,5% menjadi US$46,3 juta dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

Sementara itu, melalui upaya Garuda Indonesia Group dalam memaksimalkan potensi pasar low cost carrier (LCC), Citilink berhasil mencatatkan pertumbuhan penumpang hingga 25,6% menjadi 7 juta penumpang pada semester I 2018, dari periode serupa tahun lalu 5,6 juta penumpang.

Sepanjang semester I tahun ini, perseroan juga mengembangkan jaringan penerbangan dengan membuka sejumlah rute baru yang diantaranya adalah rute Denpasar–Xi’an, Denpasar–Zhengzhou, Makassar–Palembang, Jakarta– Sorong hingga Mumbai–Denpasar.

Dengan demikian saat ini Garuda Indonesia melayani penerbangan ke lebih dari 90 destinasi terdiri dari 22 destinasi internasional dan 68 destinasi domestik.