Jasa Marga Simulasi Pengurangan Lajur di Tol Jakarta-Cikampek

Tol Jakarta-Cikampek

MONITOR, Jakarta – Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek akan melakukan simulasi pengurangan lajur di Km 18 sebelum dilakukan uji coba pelaksanaan metode launcher gantry untuk erection steel box girder pada Proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek Elevated.

Seperti disebutkan sebelumnya, salah satu lokasi pengerjaan proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek Elevated dengan menggunakan launcher gantry adalah di median Jalan Tol Jakarta-Cikampek eksisting dari Bekasi Timur ke arah Tambun.

“Untuk memastikan keamanan, keselamatan, dan gangguan minimal terhadap lalu lintas, akan dilakukan kegiatan komisioning erection steel box girder dengan launcher gantry,” kata Raddy R. Lukman, GM Jasa Marga cabang Jakarta-Cikampek, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (17/7).

Adapun maksud dari pelaksanaan komisioning adalah untuk menguji atau melakukan pengujian operasional suatu pekerjaan secara real/nyata maupun secara simulasi untuk memastikan bahwa pekerjaan tersebut dapat dilaksanakan dan memenuhi semua peraturan yang berlaku dan sesuai standar yang telah ditetapkan.

Sebelumnya, PT Jasamarga Jalan layang Cikampek (JJC), selaku pengelola Jalan Tol Jakarta-Cikampek Elevated, sudah menggunakan tandem crane untuk kegiatan serupa.

Raddy menyatakan bahwa pelaksanaan simulasi penyempitan lajur di area erection steel box girder yang menggunakan launcher gantry, dilakukan pada saat window time.

“Simulasi dimaksudkan untuk memastikan apakah metode erection tersebut dapat digunakan dengan mempertimbangkan lalin yang tetap dapat mengalir dan gangguan terhadap arus lalu lintas (lalin) masih dapat ditolerir. Sehingga setelah simulasi dapat diputuskan apakah metode kerja untuk launcher gantry sebagai alat pemasangan erection steel box girder bisa dilanjutkan atau perlu di-review kembali,” jelas Raddy.

Untuk simulasi pengurangan lajur, Raddy menjelaskan bahwa akan dilakukan pemberlakuan pengurangan lajur maksimal sebanyak 2,5 lajur ditutup untuk melihat dampak kepadatan yang terjadi saat dilakukan pekerjaan.

“Pengurangan lajur dilakukan demi keamanan dan keselamatan kerja untuk pekerja proyek dan demi keamanan dan keselamatan lalu lintas bagi pengguna Jalan Tol Jakarta-Cikampek, mengingat pekerjaan erection steel box girder dengan launcher gantry tersebut termasuk dalam kategori pekerjaan dengan risiko tinggi,” ucapnya.

Pada saat yang sama, Jasa Marga juga meminta maaf kepada pengguna jalan tol jika terdapat hambatan lalu lintas di Jalan Tol Jakarta-Cikampek di sekitar Bekasi Barat sampai Tambun, dan arah sebaliknya selama kegiatan berlangsung.

Jasa Marga juga mengimbau para pengguna jalan untuk dapat mengantisipasi perjalanan, dan jika terjadi kepadatan maka pengguna jalan dapat menggunakan jalur alternatif.

Beberapa jalur alternatif menuju Cikampek yang dapat digunakan pengguna jalan tol yang sudah berada dalam Jalan Tol Jakarta-Cikampek dapat keluar ke jalan arteri melalui Gerbang Tol (GT) Bekasi Barat/Timur dan kemudian masuk kembali ke Jalan Tol Jakarta-Cikampek melalui GT Cibitung, demikian pula dari arah yang sebaliknya.