Jasa Marga Siapkan Strategi Hadapi Arus Balik Lebaran 2018

MONITOR, Jakarta –┬áMudik Lebaran 1439 H/2018 telah selesai. Hasil evaluasi untuk arus mudik tahun ini terbilang lancar. Kelancaran lalu lintas (lalin) selama arus mudik tidak lepas dari sinergi lintas sektoral baik Kementerian, Kepolisian maupun Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).

Langkah selanjutnya adalah menyiapkan strategi untuk arus balik yang akan dimulai pada tanggal 17-21 Juni 2018. Jasa Marga telah menyiapkan strategi khusus untuk menghadapi arus balik Lebaran.

“Untuk arus balik, kami telah mengantisipasi untuk titik rawan kepadatan, utamanya di Tempat Istirahat dan Pelayanan di km 62 dan km 42. Kami koordinasikan dengan pihak Kepolisian terkait pemberlakuan contraflow untuk mengantisipasi kepadatan jelang akses masuk rest area,” ujar Raddy R Lukman, General Manager Cabang Jakarta-Cikampek, Minggu (17/6).

Selain itu, dalam arus balik, pemudik diharapkan dapat memanfaatkan jalur arteri baik itu Jalur Pantai Utara (Pantura), Jalur Tengah dan Jalur Pantai Selatan (Pansela) yang telah mantap. Sehingga kepadatan di jalan tol dapat diantisipasi.

Saat arus balik, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menetapkan pembatasan kendaraan jenis truk melewati jalan tol mulai tanggal 22-24 Juni 2018.

Namun, untuk lebih meningkatkan efektivitasnya, mulai tanggal 18-20 Juni, Kemenhub juga akan menerbitkan imbauan untuk truk tidak melintas di jalan tol saat prediksi puncak arus balik.