Jasa Marga Pastikan Kesiapan Pelayanan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2018

Direktur Operasi II Jasa Marga, Mohammad Sofyan saat memberikan keterangan pers di Kantor Pusat Jasa Marga (Foto: Monitor/Hendrik)

MONITOR, Jakarta – Menjelang Lebaran 2018 (Idul Fitri 1439 H), PT Jasa Marga (Persero) Tbk. telah mematangkan segala persiapan dan strategi dalam mengawal pelaksanaan arus mudik dan balik lebaran. Semua upaya yang dilakukan oleh Jasa Marga pada lebaran tahun ini adalah demi menciptakan pelaksanaan mudik yang aman dan nyaman.

Jasa Marga memprediksi peningkatan volume lalu lintas sebesar 3% pada saat mudik (H-8 s.d H-1) Lebaran 2018 dibandingkan Lebaran Tahun 2017 yaitu sekitar 1,4 juta kendaraan akan meninggalkan Jakarta dengan distribusi terbesar 54% menuju arah Timur (Arah Jawa Tengah) melalui Jalan Tol Jakarta-Cikampek (melalui Jalur Pantura sekitar 60%, melalui Jalur Selatan dan Tengah sekitar 40%) sedangkan yang akan melalui Jalan Tol Jagorawi sekitar 18% dan menuju arah Barat melalui Jalan Tol Jakarta-Tangerang sekitar 28%.

Segala persiapan telah dilakukan oleh Jasa Marga untuk mengulang kelancaran pelaksanaan arus mudik dan balik lebaran tahun 2017 lalu, terutama dari sisi operasional. Sebagai nilai tambah pada tahun 2018 ini, Jasa Marga telah menambah konsesi jalan tol beroperasi dengan total panjang jalan 735 Km.

Selain itu, Jasa Marga juga memiliki ruas-ruas jalan tol siap operasi sepanjang 52,35 Km yang terdiri dari Jalan Tol Kartasura-Sragen (35 Km), Jalan Tol Rembang-Pasuruan (6,6 Km), dan Jalan Tol Parbarakan-Tanjung Morawa (10,75 Km). Ruas-ruas jalan tol tersebut, meski belum diresmikan, namun spesifikasinya seperti jalan tol yang sudah operasional.

Di luar jalan tol yang sudah dan siap beroperasi, pada tahun ini pula, Jasa Marga mengerahkan beberapa proyek jalan tol yang dijadikan jalan tol fungsional khusus pelaksanaan mudik lebaran tahun 2018, dengan total panjang 207,85 Km.

Jalan tol fungsional yang telah disiapkan oleh Jasa Marga terdiri dari Jalan Tol Batang-Semarang sepanjang 75 Km, Jalan Tol Salatiga-Kartasura sepanjang 32,24 Km, Jalan Tol Sragen-Ngawi sepanjang 51 Km, Jalan Tol Wilangan-Kertosono sepanjang 37,51 Km, dan Jalan Tol Pandaan-Malang Seksi I: IC Pandaan – Lemahbang sepanjang 5 km dan Seksi III : Sumberwuni -Singosari sepanjang 7,1 Km.

Dari sisi pelayanan transaksi, khusus untuk lebaran tahun 2018, Jasa Marga telah menyiapkan 1163 titik gardu tol operasi, peningkatan kapasitas transaksi dengan penambahan jumlah gardu operasi di beberapa Gerbang Tol (GT) diantaranya GT Cengkareng, GT Cileunyi, GT Pasteur, GT Manyaran, GT Banyumanik, pemanfaatan 121 unit mobile reader, 56 titik lokasi top up tunai, 25 titik layanan gerak di Rest Area yang bekerjasama dengan perbankan

Peningkatan pun dilakukan oleh Jasa Marga dari sisi pelayanan lalu lintas, di antaranya adalah dengan melakukan optimalisasi kapasitas lajur dengan rekayasa contraflow di Ruas Jakarta-Cikampek, distribusi beban lalu lintas melalui pengalihan arus lalu lintas situasional atas diskresi pihak Kepolisian.

Selain itu, untuk meminimalisir gangguan lalu lintas, Jasa Marga akan menghentikan pekerjaan proyek mulai dari H-10 hingga H+10 lebaran, pengaturan waktu operasi angkutan barang oleh Kementerian Perhubungan pada H-3 hingga H-1 dan H+6 hingga H+8 lebaran, serta percepatan penanganan gangguan lalu lintas dengan menempatkan petugas di titik-titik rawan kepadatan dan menambah sejumlah kendaraan layanan lalu lintas (layanan Jalan Tol, patroli roda dua, PJR, ambulans, derek, rescue dan alat berat Crane).
Upaya yang dilakukan oleh Jasa Marga dalam pelaksanaan mudik tahun ini tidak sekadar mengenai kelancaran arus lalu lintas, namun juga memperhatikan kenyamanan para pengguna jalan tol dengan meningkatkan pelayanan melalui ketersediaan rest area. Untuk pelaksanaan mudik tahun ini, Jasa Marga telah menyiapkan 25 Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP), 7 Tempat Istirahat (TI), 14 Parking Bay, dan 21 Tempat Istirahat Sementara (TIS) di seluruh ruas jalan tol yang dikelola oleh Jasa Marga maupun kelompok usahanya.

Adapun peningkatan pelayanan bagi para pengguna jalan tol dari sisi distribusi informasi, Jasa Marga telah menyiapkan 770 unit CCTV, 120 unit Variable Message Sign (VMS) di jalur serta akses masuk jalan tol, 11 VMS dilengkapi CCTV untuk monitoring dan pengendalian parkir di rest area, 23 unit Remote Traffic Microwave Sensor (RTMS), dan 2 unit Videotrone Rest Area.

Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan informasi pengguna jalan tol, Jasa Marga memiliki aplikasi mobile JM Care yang dapat diunduh di ponsel pintar berbasis Android dan iOS. Dengan aplikasi JM Care pengguna jalan tol dapat memeroleh informasi seputar info lalu lintas, info gerbang tol, dan info terkait rest area. Selain aplikasi JM Care, Jasa Marga juga mendistribusikan informasi terkait jalan tol melalui kanal-kanal sosial media yang resmi dikelola oleh Jasa Marga.

Tidak hanya memberikan pelayanan terbaiknya dan dalam rangka kelancaran lalu lintas dengan mendistribusikan puncak arus lalu lintas mudik maupun balik, Jasa Marga memberikan insentif kepada para pemudik diskon tarif tol sebesar 10% pada periode arus mudik tanggal 13 Juni – 14 Juni 2018 (H-2 dan H-1) dan arus balik tanggal 18 – 19 Juni 2018 (H+2 dan H+3).

Direktur Operasi I PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Mohammad Sofyan mengungkapkan terkait kapasitas rest area, ada tiga strategi yang dikembangkan yaitu pertama, jika ada kepadatan di lajur yang diakibatkan antrian menuju rest area, akan diberlakukan contraflow disekitar lokasi rest area atas diskresi kepolisian. Kedua, Jasa Marga akan berkoordinasi dengan Kepolisian untuk melakukan buka tutup rest area. Ketiga, melarang penambahan tenant yang mengurangi kapasitas parkir
Lebaran kali ini Jasa Marga juga memberlakukan sistem zoning di rest area atau manajemen lalin rest area. Melalui sistem ini, pengguna jalan bisa langsung menuju ke area pelayanan yang dituju.

“Poin dari sistem rekayasa (zoning) ini yaitu untuk meningkatkan kapasitas rest area,” harapnya.

Guna membantu kelancaran arus lalu lintas selama arus mudik dan balik lebaran 2018, Jasa Marga mengimbau kepada pengguna jalan tol untuk selalu mematuhi rambu-rambu, berkendara dengan tertib, memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan, serta selalu memastikan kecukupan saldo dan melakukan top up uang elektronik sebelum memasuki tol. Untuk kenyamanan, Jasa Marga juga mengingatkan agar pengendara memastikan kecukupan BBM, menyiapkan perbekalan makanan yang cukup untuk mengantisipasi jika terjadi kepadatan di rest area, mengunakan rest area dengan waktu seefisien mungkin.