Bidik Sektor Non Tol, Bisnis Properti Jasa Marga Makin Menggeliat

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. yang bergerak di bidang pengembang properti, menggelar Launching dan Customer Gathering Proyek Spring Residence

MONITOR, Sidoarjo – PT Jasa Marga (Persero) Tbk. bersama berbagai Anak Perusahaan miliknya menargetkan 20% total pendapatan Perseroan di tahun ini berasal dari sektor usaha non tol. Sektor properti menjadi salah satu yang dibidik oleh Perseroan.

Makin menggeliatnya sektor properti yang dikembangkan oleh Perseroan terlihat pada proyek Spring Residence di Sidoarjo, Jawa Timur. PT Jasamarga Properti (PT JMP), anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk. yang bergerak di bidang pengembang properti, menggelar Launching dan Customer Gathering Proyek Spring Residence, Sabtu (11/8).

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. yang bergerak di bidang pengembang properti, menggelar Launching dan Customer Gathering Proyek Spring Residence

Launching dan Customer Gathering Proyek Spring Residence turut dihadiri oleh Komisaris Utama Jasa Marga Refly Harun, Direktur Pengembangan Jasa Marga Adrian Priohutomo, dan Direktur Utama PT JMP Irwan Artigyo Sumadiyo.

Adrian mengungkapkan bahwa dari sisi infrastruktur, Jasa Marga sebagai operator jalan tol terbesar di Indonesia tahun ini optimis bisa menghubungkan Indonesia sesuai tagline “Connecting Indonesia”.

Lebih lanjut ia mengatakan, Jasa Marga serius dalam mengembangkan bisnis infrastruktur maupun bisnis lainnya, seperti properti.

“Kami optimis untuk melakukan pengembangan di Sidoarjo yang saat ini menjadi kota penyangga utama Kota Surabaya dan terus menjadi pilihan tempat tinggal warga yang bekerja di Surabaya, Pandaan, Pasuruan, dan Mojokerto,” ujar Adrian.

“Selain itu, diharapkan dapat pula meningkatkan jumlah pengguna jalan tol yang dikelola oleh kelompok usaha Jasa Marga. Jadi, kami manfaatkan nilai tambah jalan tol untuk mengembangkan properti. Kami upayakan 20% pendapatan Perseroan berasal dari sektor non tol. Salah satunya adalah properti,” tambahnya.

Sementara itu, Refly Harun berujar bahwa pengembangan infrastruktur jalan tol akan menumbuhkan pengembangan kawasan sekitar.

“Kami juga mengupayakan agar Jasa Marga memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan infrastruktur lainnya, bukan hanya jalan tol. Kami membangun jalan tol dan mengembangkan kawasan. Pengembangan kawasan itu bertujuan untuk kemajuan masyarakat,” katanya.

Proyek Spring Residence di Sidoarjo merupakan proyek hunian yang merupakan pengembangan dari proyek PT JMP sebelumnya, yaitu Green Residence Sidoarjo yang telah habis terjual di tahun 2017. Sampai dengan bulan Juli 2018, dari total sejumlah 470 unit berupa rumah dan ruko, telah terjual sebanyak 40% dan ditargetkan terjual seluruhnya pada Desember 2018.

Proyek Spring Residence Sidoarjo yang dibangun di atas lahan seluas 71.571 meter persegi ini mengusung konsep berupa “rumah tumbuh”, yakni komposisi luas tanah jauh lebih besar daripada luas bangunan. Dengan konsep rumah tumbuh, pembeli dapat memanfaatkan sisa luas tanah tersebut sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Dengan target pasar kelas menengah di Sidoarjo, rumah dua tingkat dengan tipe 36/90 dan 45/90 ini sangat diminati karena selain lokasi nya yang strategis, dekat dengan Gerbang Tol Sidoarjo, akses Lingkar Timur, kawasan pergudangan, fasilitas umum yang lengkap dan ditawarkan dengan harga yang sangat bersaing.

Pada acara Launching dan Customer Gathering, PT JMP menawarkan berbagai macam program promosi yang sangat menarik bagi para calon pembeli.

Selain itu, sebagai bentuk kepedulian Perseroan terhadap lingkungan diadakan pula penanaman 1.000 pohon untuk memberikan nilai lebih kepada para pembeli Spring Residence.

Penanaman 1.000 pohon ini akan membuat lingkungan dalam perumahan dikelilingi dengan berbagai macam tanaman dengan nuansa yang hijau dan asri.