BBM Satu Harga dan CSR Pertamina Bantu Nelayan Desa Una-una

PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VII saat memberikan bantuan kepada nelayan Una-una

MONITOR, Kepulauan Togean – Sebagai salah satu wilayah operasi BBM 1 Harga, Desa Una-una di Kecamatan Una-Una, Kabupaten Tojo Una-una telah banyak merasakan dampak pasca beroperasinya SPBU Kompak 76.946.01. Kini masyarakat di Desa Una-Una dan Kepulauan Togean lebih mudah mendapatkan BBM dengan harga yang sama dengan wilayah lainnya yakni Premium Rp 6.450 dan Solar Rp 5.150.

Selain penyediaan BBM 1 Harga, Pertamina juga melakukan upaya untuk meningkatkan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Salah satunya yakni melalui progam Bina Lingkungan PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VII.

Bertempat di SPBU Kompak 76.946.01 Desa Una-una, General Manager MOR VII, Tengku Fernanda menyerahkan bantuan CSR Bina Lingkungan berupa 4 unit mesin perahu katinting dan 6 unit MCK bagi masyarakat Desa Una-Una. Penyerahan bantuan senilai total 50 juta rupiah ini diberikan langsung secara simbolis kepada Kepala Desa Una-una Sukri Dg. Situdju, Rabu (05/09).

Tengku Fernanda mengungkapkan bantuan ini sebagai upaya Pertamina bersama masyarakat Desa Una-Una dalam mewujudkan kemandirian warga. Bantuan mesin perahu katinting ditujukan untuk Kelompok Nelayan Bandeng I sedangkan bantuan MCK ditujukan untuk masyarakat Dusun II Muara Bandeng, Desa Una-Una.

Tengku menjelaskan bantuan mesin perahu katinting diberikan mengingat sebagian nelayan yang belum memiliki alat transportasi motor laut. Selama ini mereka hanya menggunakan kapal dengan kayuh kayu untuk melaut, sedangkan lokasi mencari ikan kini makin jauh. Akibatnya nelayan tidak mampu mencapai lokasi tersebut sehingga hasil tangkap mereka minim.

“Dengan adanya bantuan mesin perahu katinting ini diharapkan dapat menambah jarak dan mempersingkat waktu tempuh melaut. Sehingga dapat membantu meningkatkan hasil perikanan bagi para nelayan yang ada di Desa Una-Una,” ujar Tengku.

Sementara itu, bantuan 6 unit MCK diberikan mengingat sarana MCK belum terpenuhi secara menyeluruh. Di Dusun II Muara Bandeng terdapat kurang lebih 86 Kepala Keluarga (KK) yang belum memiliki tempat buang hajat yang layak. Kebanyakan mereka menggunakan lingkungan sekitar untuk membuang hajat. Sehingga kebersihan lingkungan menjadi terganggu dan warga rawan terkena penyakit.

Lewat bantuan MCK ini diharapkan masyarakat dapat menjaga kebersihan lingkungan dan membiasakan  budaya hidup sehat. “Semoga dengan adanya MCK baru, dapat membantu meningkatkan kesehatan masyarakat serta menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk memelihara dan menjaga lingkungan agar bersih dan nyaman, sehingga layak untuk ditempati,” harap Tengku.

Kepala Desa Una-una Sukri Dg. Situdju menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pertamina. “Bantuan mesin perahu katinting sangat dibutuhkan bagi nelayan di Desa Una-una, jadi sangat tepat sekali. Selain itu, bantuan MCK juga sangat membantu kami, khususnya masyarakat Dusun II Muara Bandeng, Desa Una-una agar lebih menjaga kesehatan sanitasi dan lingkungan,” ujarnya.

Adapun, pemberian bantuan Bina Lingkungan di Desa Una-una ini merupakan salah satu rangkaian dari kegiatan ‘Tour de Terumbu’ yang dilakukan Pertamina di Kepulauan Togean pada tanggal 5-7 September 2018. Pada puncaknya besok Kamis, (05/09) Pertamina MOR VII akan melakukan transplantasi 5.600 bibit karang di bawah laut Pulau Pangampea serta dilanjutkan pemberian bantuan pelatihan dan alat kerajinan batok kelapa senilai Rp 90 Juta bagi masyarakat di Pulau Katupat.

Sebelumnya, sesuai dengan namanya, kegiatan ‘Tour de Terumbu’ ini tidak hanya dilakukan di Kepulauan Togean, namun tur transplantasi karang di 3 lokasi. “Selain di Kepulauan Togean, rangkaian tur kegiatan transplantasi karang ini telah didahului di 2 lokasi di wilayah Sulawesi Tenggara yakni di Wakatobi, 1000 bibit pada Sabtu, (25/08) dan di Kolaka, 200 bibit pada Rabu, (29/08) lalu,” pungkas Tengku.

Sejak tahun 2017 hingga semester I 2018 PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VII telah menyalurkan bantuan bina lingkungan di bidang Pengembangan Prasarana dan Sarana Umum sebesar Rp 5,8 Milyar di wilayah Sulawesi.