Bocor Pipa Minyak, Wamen ESDM dan Dirut Pertamina Minta Maaf

MONITOR, Jakarta – Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengadakan rapat kerja dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) membahas tumpahan minyak di Teluk Balikpapan.

Rapat kerja dilangsungkan bersamaan dengan rapat dengar pendapat dengan Direktur Utama PT Pertamina, Kapolda Kalimantan Timur, dan Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas). Menteri ESDM Ignasius Jonan tidak hadir dalam rapat ini lantaran harus menghadiri rapat terbatas di Istana Presiden.

Dalam rapat tersebut, Wakil menteri ESDM Arcandra tahar meminta maaf atas kejadian yang menimbulkan korban jiwa serta menyebabkan pencemaran lingkungan tersebut.

Arcandra juga menegaskan, bahwa Pertamina dan Kementerian ESDM telah melakukan upaya penanggulangan dampak akibat bencana tersebut.

“Saya ikut prihatin atas korban meninggal di Teluk Balikpapan, juga di atas tumpahan minyak. Kami akan menanggulanginya,” kata Arcandra dalam ruang Rapat Komisi VII DPR RI – Gedung DPR, Senin (16/4).

Sementara itu, ditempat yang sama, Direktur Utama PT. Pertamina (Persero), Elia Massa Manik, juga ungkapkan permintaan maaf dan bela sungkawa terhadap insiden ini.

“Kami mengucapkan rasa duka atas peristiwa tumpahan minyak di teluk Balikpapan tanggal 31 Maret yang lalu, dan belasungkawa yang ada untuk seluruh keluarga korban. Tentu saja ini tidak kita kehendaki sama sekali,” terang Elia.