Berikan Pelatihan Wirausaha Bagi Wartawan Perum Jamkrindo Berharap Dapat Mendorong Tumbuhnya UMKM

MONITOR, Bukit Tinggi- Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Perum Jamkrindo) terus mendorong tumbuhnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di tengah-tengah masyarakat khususnya di wilayah Bukittinggi, Sumatera Barat. Upaya yang dilakukan Jamkrindo salah satunya dengan menggelar Vokasi Wartawan di Bukittinggi.

Acara yang bertemakan ‘Strategi UMKM Sukses di Era Disruption’ ini merupakan lanjutan dari kegiatan vokasi dalam Hari Pers Nasional (HPN) 2018 di Sumatera Barat pada 9 Februari lalu.

Acara Vokasi Wartawan kali ini dihadiri oleh Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias, Sekretaris Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi & Usaha Kecil Menengah RI Sutarjo, Perwakilan Delegasi Pengurus PWI, Muhamad Ihsan, Kepala Wilayah I Perum Jamkrindo Medan Adnan Lukman Hatta, dan perwakilan wartawan Bukittinggi, Sumatera Barat.

Di luar acara, Direktur Keuangan, Investasi dan Manajemen Risiko I.Rusdonobanu berharap dengan menggelar pelatihan kepada media nantinya mampu merangsang para awak media untuk berbisnis dan menyebarkan informasi UMKM kepada masyarakat.

“Kehadiran Jamkrindo ini merupakan bagian dari program BUMN Hadir Untuk Negeri, ini wujud nyata peran BUMN untuk masyarakat dan sebagai agen pembangunan,” terang Rusdonobanu, Selasa (8/5).

“Dalam HPN kemarin telah disampaikan kalau kami ingin wartawan selain tenaga jurnalis bisa juga berbisnis,” kata Hery.

Dia menyebut untuk tahap pertama bagi wartawan yang belum pernah berbisnis bisa belajar dari pelaku UKM atau mengembangkan minatnya dimulai dari yang kecil. Dijelaskannya juga untuk meminjam di Jamkrindo ada syarat salah satunya sesuai PP 41 tahun 2008 dimana maksimal penjualan Rp 50 miliar per tahun. Dengan ikut terjun ke dunia bisnis maka wartawan nantinya bisa memahami UMKM lebih detail.

Lebih lanjut, Heri mengatakan bahwa saat ini ada banyak UMKM yang kesulitan mendapatkan pinjaman dari Bank. Maka peran Jamkrindo sebagai jembatan antara UMKM dengan lembaga keuangan. Dengan masuknya wartawan ke dunia UMKM maka akan memudahkan bagi lembaga penjamin dan juga pemerintah untuk membuat kebijakan.

Pasca perayaan HPN pada Februari 2018 lalu sampai sekarang minat wartawan untuk mengembangkan bisnis sudah mulai tumbuh. Hal itu nampak dari mengalirnya pertanyaan terkait kredit ke Jamkrindo. Mengenai aturan bunga, Heri menegaskan, aturan mengacu pada kebijakan tentang Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang ditetapkan pemerintah.

Dikesempatan yang sama, Kepala Wilayah I Perum Jamkrindo Medan, Adnan Lukman Hatta menyebut BUMN Penjamin pertama dan terbesar sesuai UU No. 1/2016 hanya Jamkrindo.

“Berdasarkan catatan laporan keuangan kita sepanjang tahun 2017 yaitu sebesar Aset Rp 14,6 triliun, kita sesuai aturan yang berlaku kalau penjaminan merupakan kegiatan pemberian jaminan oleh penjamin atas pemenuhan kewajiban finansial terjamin kepada penerima jaminan,” jelas Adnan.

Lebih jauh dia mengatakan, pada tahun 2018 ini, Perum Jamkrindo terus berbenah dengan mengedepankan efisiensi dan efektifitas dalam menghadapi tantangan bisnis yang makin besar dan menuntut kesiapan dari semua unsur di dalam perusahaan untuk lebih baik dalam melaksanakan bisnis, tanpa meninggalkan core competency di sektor UMKMK.

“Saat ini Perum Jamkrindo semakin tumbuh dan berkembang menjadi lokomotif industri penjaminan di Indonesia dan memiliki jaringan kerja yang luas dengan 9 kantor wilayah dan 1 kantor Cabang Khusus, 56 kantor cabang, dan 16 kantor unit pelayanan (KUP),” sebutnya.

Sementara itu, Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias menilai pelatihan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bagi masyarakat di wilayahnya sangat penting. Pasalnya, di Bukittinggi .memiliki potensi alam yang menarik dan terus dikembangkan. Terlebih Walikota sudah menargetkan pendapatan daerah mencapai Rp 17,5 miliar.

“Jumlah pengunjung kita banyak bahkan kita disini sampai macet, maka potensi di Bukit Tinggi dari pariwisata itu bisa dimanfaatkan oleh UMKM, termasuk insan pers bisa serius memanfaatkan potensi bisnis di kawasan wisata salah satunya di kawasan Bukittinggi.

Perlu diketahui, kota Bukittinggi merupakan kota terbesar kedua di Provinsi Sumatera Barat yang memiliki banyak kisah sejarah di dalamnya. Kota yang memiliki hawa sangat sejuk dengan suhu berkisar antara 16.1–24.9 °C ini punya banyak destinasi wisata. Antara lain Tembok China ala Bukittinggi yaitu Janjang Saribu,Taman Margasatwa Kinanta, Tabiang Takuruang, dan Lobang Jepang Bukittinggi.

“Kita ketahui besar potensinya lalu memahami strateginya maka kita akan memiliki semangat untuk bisnis disini,” kata Ramlan.

Ramlan menyarankan agar potensi wisata ini juga bisa dimanfaatkan untuk bisnis yang sedang menjadi tren anak muda.
“Kita gerakkan bisnis dari yang lagi tren seperti tempat ngopi dengan spot untuk selfie dan kita kota perdagangan maka saya mengajak rekan-rekan wartawan untuk bareng membangun bersama,” pungkasnya.

Jamkrindo-Jaminan Kredit Indonesia