BEI Siap Dorong Pertumbuhan Pasar Modal Indonesia

MONITOR, Jakarta – Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) akan terus berupaya meningkatkan infrastruktur pasar modal, termasuk mengupayakan penyempurnaan infrastruktur teknologi informasi, pembaruan sistem perdagangan, serta pengembangan pusat data terbaru.

Kepala Divisi Komunikasi Perusahaan BEI, Oscar Herliansyah di Gedung BEI, Jakarta (29/6) mengatakan langkah ini diharapkan mampu meningkatkan faktor ketersediaan perangkat teknologi informasi BEI hingga 99,98 persen dalam waktu dekat.

“BEI juga berhasil memperoleh sertifikat ISO 9001:2008 Quality Management dan ISO 27001:2013 Sistem Manajemen Keamanan Informasi,” katanya.

Menurut Oscar, di 2017 pasar modal Indonesia mencatat kemajuan berarti dari segi jumlah emiten, penambahan jumlah investor yang aktif, serta penguatan ketahanan pasar.

“Semua ini berkat upaya BEI beserta segenap pemangku kepentingan yang berhasil melakukan terobosan di hampir seluruh aspek kegiatan pasar modal,” paparnya.

Tercatat di sepanjang 2017 BEI mencatat rekor tertinggi dalam hal kapitalisasi pasar mencapai Rp7.052 triliun, indeks pasar 6.355,65 poin, dan transaksi pasar dari segi volume 11,95 miliar unit saham per hari, nilai Rp7,6 triliun per hari, maupun frekuensi perdagangan 312,48 ribu kali transaksi.

Bersama seluruh pemangku kepentingan pasar modal, BEI mampu meningkatkan literasi pasar modal menjadi 15 persen (Nielsen 2017) sehingga memberikan landasan yang lebih kokoh bagi pengembangan di masa depan.

“Saat ini jumlah investor pasar modal telah mencapai 1,12 juta single investor identification (SID), BEI memandang peluang peningkatan literasi pasar modal di kalangan masyarakat luas masih terbuka lebar,” tegasnya.