Bank Muamalat Bantah Perusahaan dalam Kondisi Tak Sehat

MONITOR, Jakarta – Direktur Utama PT Bank Muamalat Indonesia, Achmad K. Permana menegaskan bahwa bisnis Bank Muamalat sebagai penyedia jasa keuangan syariah saat ini dalam kondisi baik.

"Alhamdulillah kondisi Bank Muamalat masih bagus dan saat ini kami sedang serius menjajaki potensial investor untuk ekspansi bisnis ke depan. Hal ini telah mendapatkan dukungan dan komitmen penuh dari pemegang saham pengendali Bank Muamalat,” ujar Achmad di Muamalat Tower, Jakarta (13/3).

Hingga saat ini, lanjut Achmad, Bank Muamalat Indonesia masih dimiliki oleh pemegang saham pengendali dari Islamic Development Bank atau IDB (32,74%), Boubyan Bank, Kuwait (22,0%), Atwill Holdings Limited, Saudi Arabia (17,91) dan National Bank of Kuwait (8,45%).

Dari sisi rasio kecukupan pemenuhan modal minimum (CAR) Bank Muamalat juga tercatat 11,58% per September 2017, angka tersebut berada di atas ketentuan yang berlaku. NPF gross tercatat pada level 4,54% dan NPF net tercatat 3,07% dimana angka ini masih berada di bawah ketentuan yang berlaku yakni 5%.

“Kami optimis kinerja Bank Muamalat akan terus membaik dan menjadi pemimpin di industri perbankan Syariah dengan strategi dan inisiatif yang telah kami tetapkan dengan didukung oleh teknologi dan  sumber daya yang kompeten dan berpengalaman,” tambah Achmad.

Perlu diketahui, Bank Muamalat merupakan pionir dan leading syariah bank di Indonesia, dimana Bank Muamalat telah membuktikan kekuatan brand dan eksistensinya dalam menjaring potensi pasarnya, walaupun dengan kondisi perusahaan maupun perekonomian secara global yang cukup menantang, namun sampai saat ini BMI tetap kokoh berdiri.