Bank Mandiri Targetkan Write Off 2017 Sebesar Rp12 Triliun

MONITOR, Jakarta – Dalam dua tahun terakhir, PT Bank Mandiri Tbk telah melakukan write off cukup besar. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo.

Tiko, sapaan akrabnya, mengatakan Bank Mandiri Tbk berencana merampungkan write off dengan proyeksi sekitar Rp10 triliun hingga Rp12 triliun di tahun 2017 ini. Upaya tersebut dilakukan untuk mengurangi tekanan pada kualitas aset.

"Write off cukup besar dua tahun ini. Harusnya NPL kami bisa turun tahun ini jdi 3,5% dan tahun depan bisa di bawah 3%. Tahun depan, kami belum rencana write off," ujarnya kepada wartawan, baru-baru ini.

Lebih jauh Tiko menjelaskan, target write off sepanjang tahun ini bisa mencapai Rp10 triliun-Rp12 triliun. Ia pun menambahkan, penyaluran kredit untuk segmen cenderung masih memiliki risiko kredit.

"Segmen menengah NPL agak tinggi, jadi kami agak geser ke korporasi khususnya di infrastruktur dan di sawit dan mineral. Lalu segmen ritelnya ada di kendaraan bermotor, KPR dan multiguna," ungkapnya.

Tentang Bank Mandiri

Bank Mandiri merupakan bank terbesar di Indonesia dalam hal aset, pinjaman, dan deposit. Bank ini berdiri pada tanggal 2 Oktober 1998 sebagai bagian dari program restrukturisasi perbankan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia. Pada bulan Juli 1999, empat bank milik Pemerintah yaitu, Bank Bumi Daya (BBD), Bank Dagang Negara (BDN), Bank Ekspor Impor Indonesia (Bank Exim), dan Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo), digabungkan ke dalam Bank Mandiri.(Adv)

Advertisementdiskusi publik wagub dki