Bahas Perdagangan dan Investasi, sejumlah Perusahaan AS temui Pejabat Indonesia

MONITOR, Jakarta – Delegasi dari 40 perusahaan Fortune 500 Amerika yang berasal dari berbagai sektor industri melakukan kunjungan ke Jakarta pada 1-3 Agustus, kunjungan berakhir pada hari ini. Delegasi terdiri dari lebih 70 pejabat senior perusahaan dan difasilitasi oleh US-ASEAN Business Council.

Dalam kunjungan ini delegasi melakukan lebih dari dua puluh pertemuan dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla, para menteri anggota kabinet, anggota DPR RI, dan pejabat tinggi pemerintah lainnya serta perwakilan dari komunitas usaha Indonesia yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri Indonesia, (KADIN), Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) dan Kadin Indonesia Komite AS (KIKAS).

Dalam kesempatan pertemuan dengan komunitas usaha, US-ASEAN Business Council dan KADIN juga menandatangani nota kesepahaman (MOU) yang berisi komitmen untuk bekerja sama dan mendukung peningkatan arus datang dan investasi antara Amerika Serikat dan Indonesia.

Delegasi dipimpin oleh Ketua US-ASEAN Business Council Komite Indonesia, Iain McLaughlin, President of ASEAN Business Unit untuk Coca-Cola Company; Duta Besar Michael W. Michalak, Senior Vice President and Regional Managing Director dari US-ASEAN Business Council; serta Marc Mealy, Vice President – Policy dari US-ASEAN Business Council.

“Kepemimpinan Presiden Jokowi yang pragmatis dan kesediaannya untuk terlibat secara langsung telah memperbaiki lingkungan usaha selama beberapa tahun terakhir. Upaya deregulasi dan upaya lain untuk meningkatkan posisi fiskal dan infrastruktur Indonesia berhasil menciptakan proses birokrasi yang lebih singkat dan membuat berbisnis di Indonesia menjadi lebih cepat dan mudah sekaligus meningkatkan kepercayaan investor pada pemerintah,” kata Duta Besar Michalak. “US-ASEAN Business Council memuji semua upaya ini dan berharap kami dapat bekerja dengan pemerintah untuk mendukung keberlanjutan reformasi.”

Melalui pertemuan dengan pemerintah, delegasi berharap dapat belajar lebih jauh mengenai rencana pemerintah untuk meningkatkan perdagangan, mendorong investasi, dan mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Selama pertemuan, anggota delegasi juga membahas mengenai pentingnya untuk meneruskan upaya untuk memperbaiki iklim investasi, menghadirkan praktik-praktik regulasi yang baik, menyederhanakan peraturan, dan melindungi kekayaan intelektual. Selain itu, delegasi juga hendak menjalin kemitraan baru, seperti dalam MOU dengan KADIN, agar tindak lanjut isu-isu penting di atas dapat dilanjutkan setelah kunjungan berakhir. 

Komunitas bisnis Amerika mengaku ingin melanjutkan kerjasama untuk memperluas hubungan bisnis ini pada saat delegasi kami pulang dalam beberapa hari ke depan.

"Kami terutama sangat menyambut baik MOU baru kita dengan KADIN, yang akan meningkatkan kolaborasi antara kedua komunitas bisnis," ujar Mr. Mealy.

"Pada saat Pemerintah Indonesia mulai bekerja dengan pemerintahan baru di Amerika Serikat untuk mendukung perdagangan dan investasi, komunitas bisnis kita juga akan bekerja bersama-sama untuk mengatasi tantangan dan mencari kesempatan-kesempatan baru untuk memperluas hubungan komersil ini," tambahnya

Agenda utama dalam kunjungan ini adalah pertemuan dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada tanggal 1 Agustus. Selain bertemu dengan Wakil Presiden, dalam kunjungan ini, delegasi juga berkesempatan untuk berdiskusi dengan: Luhut Pandjaitan, Menteri Koordinator Urusan Kelautan, Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian, Bambang Brodjonegoro, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan, Hanif Dhakiri, Menteri Ketenagakerjaan, Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Teknologi Informasi, Yasonna Laoly, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Tom Lembong, Kepala BKPM, Arcandra Tahar, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Mardiasmo, Wakil Menteri Keuangan, Wimboh Santoso, Ketua Dewan Komisaris Otoritas Jasa Keuangan, Mat Sukur, Staff Ahli Bidang Perdagangan dan Hubungan Internasional, Kementerian Pertanian, Drs. Ondri Dwi Sampurno, M.Si, Apt, Deputi Bidang Pengawasan Obat-obatan Tradisional, Kosmetik dan Produk-Produk dan Produk Komplemen, BPOM, Ir. Tjahya Widayanti, MSc, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri dan Bapak Oke Nurwan, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri; Kementerian Perdagangan, dan Ali Irfan, Kepala BPJPH.

Rangkaian kunjungan dimulai dengan pengarahan yang disampaikan oleh Duta Besar AS untuk Indonesia Joseph R. Donovan Jr. dan sejumlah pejabat lain dari Kedutaan AS. Peserta kunjungan kemudian menghadiri jamuan makan siang bersama Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO). Tim delegasi juga menjadi tuan rumah jamuan makan malam bersama anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).

“Coca-Cola sudah menjadi bagian Indonesia selama 89 tahun. Dalam beberapa tahun terakhir, kami melakukan investasi signifikan yang sejalan dengan keyakinan dan komitmen kami terhadap potensi pertumbuhan  yang amat baik di negara besar ini,” ujar Menurut Martin Gil, Chair of the Indonesia Committee and the Coca-Cola Company’s President Director for Indonesia.

“Kepemimpinan Presiden Jokowi dan inisiatif reformasi tata kelolanya memberikan sinyal baik bahwa pemerintah memang tengah mengambil langkah-langkah positif untuk memacu pertumbuhan. Keyakinan kami mengenai peluang jangka panjang di Indonesia pun semakin menguat karenanya. US-ASEAN Business Council 2017 Business Mission telah membantu Coca Cola dan 39 perusahaan lain yang juga menjadi anggota delegasi kami untuk terus membangun hubungan jangka panjang dengan Pemerintah Indonesia dan para pemimpin dunia usaha Indonesia.” ungkapnya.

Termasuk dalam agenda kunjungan adalah pembahasan pentingnya dukungan yang kuat dari Indonesia dan Amerika bagi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Kunjungan dalam rangka Misi Bisnis ke Indonesia ini didahului oleh pertemuan satu hari dengan Sekretariat ASEAN. Dalam pertemuan itu, sepuluh perusahaan AS bertemu dengan Sekretaris Jenderal ASEAN Le Luong Minh, Wakil Sekretaris Jenderal Lim Hong Hin, Wakil Sekretaris Jenderal Vongthep Arthakaivalvatee, Kuasa Usaha AS untuk  ASEAN Duta Besar Daniel Shields, dan pemimpin lain ASEAN dalam rangka membahas dukungan dunia usaha AS terhadap integrasi ekonomi regional dan untuk bertukar gagasan berkaitan dengan peringatan ulang tahun ke-50 ASEAN. 

Perusahaan yang ikut dalam kunjungan tersebut antara lain adalah Adobe, Amazon Web Services, Apple, Archer Daniels Midland Company, Bechtel, BP, Cargill, Caterpillar, Chevron, Cigna, Cisco, Citi, The Coca-Cola Company, ConocoPhillips, Expedia, ExxonMobil, Freeport-McMoRan, GE, Google, GSK, Harley-Davidson, Herbalife Nutrition, HP inc., IBM, Mastercard, Mattel, Microsoft, Moody’s, Oracle, Procter & Gamble, PT. HM Sampoerna Tbk., Qualcomm, S&P Global Platts, Seagate Technology, Sequoia Capital, Time Warner, 3M, UPS, Visa, dan Zoetis.