Awali Tahun 2018, Tiga Hal Ini Jadi Fokus Utama Kemendag

MONITOR, Jakarta –  Ada tiga hal utama Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang menjadi fokus utama yang telah dilakukan di tahun 2017 dan akan terus akan menjadi prioritas kerja Kemendag pada tahun 2018 ini.

Tiga fokus utama Kemendag, yaitu menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok (bapok) serta mengutamakan penyerapan dalam negeri, meningkatkan ekspor dan menjaga neraca perdagangan, dan membangun atau merivitalisasi pasar rakyat.

Hal tersebut disampaikan Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita saat memberikan keterangan pers usai acara silaturahmi Tahun Baru 2018, di Kantor Kemendag Jakarta, Kamis (4/1).

"Kemendag terus menunjukkan komitmennya mewujudkan Nawacita. Kami terus bekerja keras dan fokus pada tiga mandat Presiden Joko Widodo untuk memperkuat perdagangan dalam negeri melalui stabilitas harga dan revitalisasi pasar rakyat, serta meningkatkan ekspor," Jelas Mendag Enggar.

Menurut Mendag, Kementeriannya telah mencapai beberapa keberhasilan di tahun 2017. Diantaranya, di dalam negeri, menurutnya Kemendag berhasil mengendalikan harga bapok.

"Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi bahan makanan khususnya selama puasa (0,86%) dan lebaran 2017 (0,69%) tercatat paling rendah dalam enam tahun terakhir. Sama halnya dengan inflasi bahan makanan di tahun 2017 yang tercatat paling rendah dalam enam tahun terakhir, yaitu sebesar 1,26%," ungkap Mendag.

Lebih lanjut menurut Mendag, capaian tersebut diperoleh diantaranya karena kebijakan Kemendag melalui penetapan regulasi Harga Eceran Tertinggi (HET) atas sejumlah bahan poko, yaitu beras, gula pasir, minyak goreng dan daging sapi beku.

Khusus untuk beras, HET-nya ditetapkan berdasarkan wilayah dan jenisnya. Dalam penerapan kebijakan ini, Kemendag merangkul para produsen dan pelaku usaha bapok untuk menentukan HET dan melaporkan ketersediaan stok di gudang secara transparan.