4 Kabupaten jadi Penyangga Sapi Nasional

MONITOR, Gorontalo – Ada yang menarik perhatian dari industri peternakan di wilayah Sulawesi. Empat kabupaten yang tergabung dalam Badan Kerja Sama Utara-utara n(BKSU) yakni Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo Utara, Buol, dan Bolaang Mongondow Utara yang terdiri dari tiga provinsi berbeda yakni Gorontalo, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah bersepakat membentuk kawasan ternak di utara Pulau Sulawesi. Tepat hari ini, empat kabupaten tersebut melakukan “Pencanangan Satu Juta Ekor Sapi di Kawasan Utara-Utara”. Kegiatan pencanangan tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan Rapat Kerja Menteri Pertania bersama Badan Kerjasama Utara-utara.

“Kawasan Utara-utara dari 3 provinsi yaitu Gorontalo, Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah untuk berkonsentrasi menghasilkan 5-10 tahun mendatang satu juta ekor sapi. Kami akan berjuang dari hulu ke hilir, sekarang industri sapi, mulai dari dagingnya, kulitnya”, jelas Bupati Bone Bolango Hamim Pou yang sekaligus Ketua BKSU. Kabupaten Buol menjadi wilayah terluas yang menyediakan wilayahnya untuk pengembangan sapi yakni seluas 3.000 hektare, sedangkan untuk Kabupaten Bone Bolango menyediakan wilayah seluas 1,250 hektare. BKSU berharap mendapat dukungan pemerintah pusat  agar akselerasi pencanangan 1 juta ekor sapi ini dapat terwujud lebih cepat. 

Setelah mendengar penjabaran yang diberikan, dan sebelumnya melihat potensi jagung dari Gorontalo saat melakukan pelepasan jagung, Menteri Amran bersemangat untuk mengembangkan sapi di Kawasan Utara-utara ini. “Ini idenya luar biasa. Tolong kadis peternakan IB nya di kejar, ambil limosin, apa saja (benihnya) di singosari gratis, mengawal (program) 1 juta ini semua IB itu urusannya pusat, ada bantuan tahun depan dari pusat, ada KUR (Kredit Usaha rakyat) itu nanti sapi jadi jaminan”, semangat Amran.  Mentan Amran justru berharap pencanangan 1 juta ekor sapi ini mampu terwujud kurang dari 5 tahun dan Pemerintah Pusat berkomitmen penuh untuk mendukung program ini.

Dengan melihat impor sapi dari tahun ke tahun, pencanangan 1 juta ekor sapi ini dari empat kabupaten diprediksi mampu membuat swasembada daging sapi. “Ini aja selesai ini menyelesaikan persoalan Indonesia puluhan tahun. Satu juta ekor, itu 1 juta yang kita impor (selama ini), artinya apa, 4 kabupaten yang menyelesaikan persoalan bangsa”, ujar Mentri asal Sulsel ini. Tekad Amran untuk menopang program yang dicanangkan oleh empat kabupaten ini langsung ditindak lanjuti dengan rencana pembangunan UPT milik Kementerian Pertanian yang berfokus pada sapi. “Bisa bangun UPT pembangun untuk 4 kabupaten dibangun tahun depan dimana titik tengah (wilayah) disitu dibangun, ngga usah tari menarik. Lengkap dengan sarananya, ib nya semua dibangun”, tambah Amran.

Sebelum bergegas meninggalkan lokasi acara, Amran sempat memberikan beberapa triknya kepada para Bupati dan peserta rapat kerja, “Dikawinkan limosin semua, dilarang berhubungan dengan sapi lokal. Hasilnya 3 kali lipat, baru lahir sudah 10 juta (limosin). Aku ucapkan selamat, ini sangat kreatif, ini kita kawal KUR nya, Anggaran mengerucut, APBN, provinsi, kemudian KUR. Susah aku mendapatkan momen ini, harus nginap aku”, tuturnya. “Wajibkan tidak ada rumah tanpa sapi”, tambah Amran.