DPR Apresiasi Hasil Produksi Gabah Petani untuk Pemenuhan Stok Beras

Kementan serap Gabah petani di Sragen (dok: Humas Kementan)

MONITOR, Jakarta – Produksi serapan jumlah gabah dari petani secara nasional dinilai masih memuaskan. Hal tersebut tentu mempengaruhi kaitannya dengan pengaruh stok beras yang juga aman.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Kementerian Pertanian (Kementan), menunjukkan produksi gabah petani mencapai angka 80 juta ton atau setara dengan 46,5 juta ton beras.

Demikian dikemukakan anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin, Senin (3/9). Merilis data Kementan, Akmal beranggapan, dapat disimpulkan bahwa cadangan beras pemerintah (CBP) hingga saat ini belum kurang.

Tercukupinya ketersediaan beras nasional yang disebabkan melimpahnya produksi gabah untuk komoditas beras dari Kementan, menuai pujian dari Akmal.

“Dari sisi produksi dalam negeri kita surplus 12 juta ton, karena dari data Kementan kita punya produksi 45 juta ton beras, sedangkan konsumsi masyarakat mencapai 33 juta ton. Berarti ada 12 juta ton surplusnya,” ucap Akmal.

Kendati begitu, Akmal meminta agar distribusi beras ke pasaran dan penyerapan produksi gabah dari petani semakin terus ditingkatkan.

Sedangkan anggota Komisi IV DPR RI lainnya, Bambang Haryo Sukartono, menuturkan, tatanan sektor pertanian yang saat ini sudah rapih jangan sampai terganggu oleh bentuk kinerja lain soal pemenuhan ketersediaan beras di luar produksi nasional yang sebenarmya cukup.

Bambang mengatakan, selama ini kondisi panen petani dapat dikategorikan tak ada kendala. Apalagi, ucap Bambang, musim kemarau yang berlangsung tidak terlalu lama waktunya.

Bambang menyampaikan, upaya pemerintah melalui Kementan dan Kementrian PUPR dalam program kerja menjaga hasil pertanian telah dilakukan maksimal. Manfaatnya saat ini negara telah mengalami swasembada pangan.

“Telah banyak membuat program pertanian mulai dari embung, irigasi dan bantuan alat mesin pertanian,” ujar Bambang.

Sebagai informasi, tahun 2016 dan 2017 ekspor hasil pertanian mencakup komoditas tanaman pangan, perkebunan, peternakan dan hortikultura tecatat mengalami lonjakan. Menurut data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), beras, bawang merah dan jagung menjadi salah satu komoditas sektor pertanian yang mengalami peningkatan ekspor.

Rincian volume ekspor hasil pertanian tahun 2016 adalah 35,49 juta ton dengan nilai USD 26,73 milliar kemudian naik pada 2017 menjadi 41,26 juta ton atau setara USD 33,05 milliar.

Untuk volume dan nilai neraca perdagangan sektor pertanian juga mengalamu surplus yakni tahun 2016 sebanyak 97,06 persen dan 2017 sebesar 45,85 persen.