Ulama Rumpin Restui Bayu Syahjohan jadi Wakil Bupati Bogor

MONITOR, Bogor – Calon Wakil Bupati Bogor, Bayu Syahjohan menggelar silaturrahmi dengan kiai sepuh, ulama serta kalangan tokoh masyarakat Rumpin.

Dalam suasana yang berlangsung ramah dan kekeluargaan itu, guyonan diiringi tawa yang renyah namun sesekali diselingi obrolan serius yang berlangsung di Rumah KH. Muhammad Subki Pimpinan Ponpes Maslakul Hidayah Rumpin Dalam ini menghasilkan suatu kesepakatan, Kabupaten Bogor harus berubah. 

“Kabupaten Bogor harus berubah. Untuk perubahan menuju kesejahteraan rakyat, bukan orang per orang pada Pilkada Bupati dan Wakil Bupati tanggal 27 Juni 2018 mendatang, masyarakat bogor harus memilih pemimpin yang punya rasa kepedulian yang tinggi ke rakyatnya,” kata KH. Subki.

Ia menegaskan, mempertahankan sebuah kekuasaan dari sebuah dinasti yang terbukti korup, niscaya kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bogor tidak mungkin ditujukan, yang ada hanya kesiasiaan belaka. 

KH Muhammad Subki, yang merupakan ayah mertua dari Ridwan Darmawan, (Wakil Ketua BMI bogor bidang Polhukam) adalah tokoh agama senior di Rumpin, tidak ada yang mustahil bagi Allah, jika perjuangan dilandasi oleh niat yang turut dan harus bulat. 

Ia berpesan agar Bayu Syahjohan yang menjadi Calon Wakil Bupati berpasangan dengan Fitri Putra Nugraha agar meluruskan niatnya. 

“Beberapa calon ada yang saya kenal. Kalau dengan pak Bayu, sudah lama sata kenal. Saya sangat tahu betul sepak terjangnya saat menjadi anggota dewan. Orang ini rajin turun ke masyarakat dan memperjuangkan kepentingan pendidikan agama buat generasi muda, seperti bantuan ke pondok pesantren dan majlis taklim,termasuk juga memperjuangkan infrastruktur di Rumpin saat itu”kata KH. Subki sambil menunjuk ke Bayu Syahjohan.

Saat Bayu Syahjohan yang berpasangan dengan Fitri Putra Nugraha (Nungki) menyampaikan program prioritasnya membangun Kabupaten Bogor dengan hati Nurani, kyai sepuh ini langsung mengapresiasi.

“Jika saya dan pak Nungki diberi amanat oleh rakyat Kabupaten Bogor, maka kami akan memprioritaskan masalah Infrastruktur harus bagus, lapangan kerja dengan menyiapkan tenaga kerja terampil dan mengaktifkan balai balai latihan tenaga kerja, pendidikan dan kesehatan dengan memperhatikan fasilitas sarana dan prasarana sekolah, puskesmas dan RSUD, termasuk membantu biaya anak sekolah sampai jenjang sarjana serta kesejahteraan yang terurus mulai dari bahan pangan murah tersedia cukup serta dana operasional bagi RT/RW dan adanya honor bulanan bagi guru ngaji,”kata Bayu.