Tujuh Wisatawan Gili Trawangan turut jadi Korban Tewas Gempa Lombok

MONITOR, NTB – Korban gempa di Nusa Tenggara Barat (NTB) terus bertambah. Bahkan Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis kalau tujuh orang korban tewas di Gili Trawangan adalah wisatawan domestik.

“Kami memperoleh informasi tujuh orang meninggal dunia di Gili Trawangan itu adalah wisatawan domestik,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB kata Sutopo Purwo Nugroho, di Graha BNPB, Jalan Pramuka, Matraman, Jakarta Timur, Senin (6/8).

Ia memaparkan, dari tujuh wisatawan domestik yang ditemukan meninggal dunia, lima di antaranya telah berhasil dievakuasi. Tujuh korban meninggal di Gili Trawangan ini di luar dari 91 korban jiwa yang telah disampaikan sebelumnya.

“Tetapi kami masih memastikan. Kami tadi sudah kontak dengan aparat yang ada di Gili Trawangan mengenai kabar tujuh orang meninggal wisatawan lokal dari Lombok bukan wisatawan asing. Kami masih terus koordinasi,” tambahnya.

Lebih lanjut Sutopo mengungkapkan, masyarakat dan wisatawan di tiga Gili yakni Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno, sempat khawatir akan adanya tsunami susulan sehingga ingin segera keluar dari Gili tersebut untuk menyelamatkan diri.

Padahal, kata Sutopo, isu itu merupakan hoax. Sehingga ia berharap masyarakat maupun wisatawan tetap tenang.

“Dalam hal ini saya tegaskan, bagi para turis, atau wisatawan baik asing maupun domestik, beserta pemilik resort hotel dan pegawai yang ada di sana, tidak wajib harus keluar. Kondisinya aman, tidak ada ancaman tsunami,” ujarnya.

Menurutnya, BMKG pun sudah menyatakan bahwa gempa dengan kekuatan 7,0 skala ritcher, kemarin (5/8/) malam, itu merupakan main shock atau gempa utama. Meskipun akan ada gempa susulan, itu tidak akan lebih besar daripada gempa utama dan gempa pada 29 Juli lalu.

“Artinya, wisatawan dan masyarakat di sana kondisinya aman karena gempa tidak bisa kita prediksi secara pasti. Yang penting kalau merasa ada guncangan segera keluar dari ruangan,pungkasnya.