Tanam Perdana Bawang Putih APBN, Temanggung Kokohkan Diri Sebagai Pusat Benih Nasional

Bupati temanggung bersama para petani menanam bawang

MONITOR, Temanggung – Kementerian Pertanian terus gencar mendorong penanaman bawang putih untuk mengejar target swasembada 2021. Bahkan daerah-daerah potensial yang sebelumnya belum pernah tanam bawang putih kini mulai ikut menanam, tersebar mulai dari Aceh hingga Papua. Sementara Temanggung sebagai sentra penghasil bawang putih terbesar di Indonesia saat ini sudah memasuki musim tanam raya.

Tanam perdana bantuan APBN 2018 dipimpin langsung oleh Bupati Temanggung bersama Direktur Sayuran dan Tanaman Obat dihadiri ratusan petani dan penyuluh tani di areal seluas 95 hektar Desa Katekan Kecamatan Ngadirejo Temanggung, Kamis (6/12).

Bupati Temanggung, HM Al Khadzik, mengaku bangga daerahnya mampu mengokohkan diri sebagai sentra bawang putih terbesar nasional. “Temanggung dianugerahi alam yang cocok untuk bawang putih dan sejak dulu menjadi pusat bawang putih Indonesia”, kata Hadziq.

“Sejak pencanangan program swasembada oleh Pak Menteri Pertanian tahun 2017 lalu, petani di Temanggung gegap gempita menyambutnya. Tahun 2017 lalu hanya dipanen 640 hektar, namun sampai dengan september 2018 melonjak hampir 300 persen menjadi 1.750 hektar”, ujar Khadziq.

“Kami sangat berterimakasih dengan Kementerian Pertanian yang 2 tahun ini luar biasa mendukung kami. Tahun 2018 saja 80 Milyar bantuan dari Kementerian Pertanian digelontorkan ke Temanggung untuk bawang putih dan hortikultura lain. Ini luar biasa. Lewat APBN, kami ditarget bisa menambah luas tanam hingga 2 ribu hektar tahun depan”, tukas Khadziq.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Prihasto Setyanto, mewakili Kementerian Pertanian mengaku semakin optimis swasembada bawang putih akan tercapai. “Kementerian Pertanian terus _all out_ memperluas areal tanam bawang putih. Tahun 2018 ini diperkirakan tertanam 10 ribu hektar lebih di Indonesia.

Kebijakan Ditjen Hortikultura menetapkan seluruh hasil panen tahun 2018 akan dijadikan benih. Tahun 2019 nanti kita kejar tanam 18 ribu hektar lagi. _InsyaAllah_ tahun depan kita sudah bisa swasembada benih, dari yang sebelumnya masih langka bahkan harus impor”, kata Prihasto semangat.

“Kita harus terus berupaya agar bawang putih lokal kita mampu berkompetisi dengan bawang impor. Di China, biaya pokok produksinya hanya Rp 4 ribu per kilo. Sementara di Indonesia masih Rp 12 ribu per kilonya. Kalau biaya produksi tidak ditekan, kita akan sulit bersaing”, ungkap Prihasto.

“Pemerintah menetapkan harga acuan pembelian benih bawang putih di tingkat petani yang menerima APBN Rp 40 ribu per kilo. Harapannya biaya produksinya bisa ditekan sampai Rp 7 ribu”, terang Prihasto.

Pada kesempatan itu, Prihasto mengingatkan kerjasama antara importir dengan kelompoktani agar mematuhi ketentuan. “Lahan tidak boleh tumpang tindih dengan APBN maupun antar-importir. Bantuan saprodi selain benih maksimal 16 juta per hektar.Ini penting agar tidak terjadi kecemburuan antar petani”, tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Temanggung, M Masrik Amin Zuhdi, mengaku senang saat ini petani Temanggung semakin semangat menanam bawang putih. “Swadaya masyarakat juga tumbuh pesat tidak tergantung bantuan. InsyaAllah akan terus tanam karena memang menguntungkan.

Temanggung siap menjadi penyuplai benih terbesar di Indonesia”, ungkapnya.