Surplus, Produksi Padi di Padang Semakin Meningkat

MONITOR, Padang – Produksi padi di Sumatera Barat khususnya  Kota Padang mengalami surplus panen. Terhitung dari Januari hingga Desember 2017 telah panen sebanyak 99.018 ton melebihi dari target 87.298 ton.

Menurut Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Syaiful Bahri,  produksi padi tersebar di sepuluh kecamatan yang ada di Kota Padang kecuali Kecamatan Padang Barat.

Ada pun luas panen dari produksi itu adalah 17.825 hektare dengan luas tanam 17.037 hektare.

Produksi padi terbesar terdapat di Kecamatan Kuranji dengan jumlah produksi 30.411 ton, luas panen 5.475 hektare diikuti Kecamatan Koto Tangah 19.276 ton dengan luas panen 3.470 hektare, Kecamatan Pauh 18.468 ton, luas panen 3.325 hektare.

Untuk terus meningkatkan jumlah produksi padi, pihaknya akan mengoptimalkan lahan pertanian.

Optimalisasi lahan dilakukan diantaranya dengan penerapan teknologi, pemberian bantuan bibit, bantuan pupuk bersubsidi, alat dan mesin pertanian, pelatihan dan pembinaan serta hal lainnya yang dapat memperlancar proses produksi.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian Padang, Muhammad Syakir, sebelumnya mengatakan bahwa produksi beras pada 2017 pada tataran nasional surplus berkat Upaya Khusus atau Upsus.

Oleh karena itu, Kementrian Pertanian terus mendukung kegiatan-kegiatan swasembada khususnya padi yang berkelanjutan agar produksi beras surplus.

"Kegiatan-kegiatan swasembada didukung dengan adanya asuransi pertanian, alat mesin pertanian misalnya traktor, mesin alat tanam padi dan panen padi, kemudian embung serta pendampingan-pendampingan," jelasnya.

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kementan melakukan pendampingan di tiap daerah dengan penanaman varietas unggul baru seperti Inpari 30 kepada petani penangkar benih padi.