Survei Populi Centre : HDMY Menang Telak di Pilkada Sumsel

MONITOR, Palembang – Pasangan Calon Herman Deru-Mawardi Yahya kembali unggul dalam survei. Terbaru, survei dikeluarkan oleh Populi Centre, yang dirilis pada hari ini, Selasa (12/6/2018).

Populi Centre menunjukkan elektablitas atau tingkat keterpilihan pasangan calon Herman Deru-Mawardi Yahya (HDMY) tertinggi yaitu mencapai 40,8 % disusul diposisi kedua pasangan Dodi Reza Alex- Giri Ramanda Kiemas dengan 30,3%.

Sedangkan urutan ketiga diperoleh pasangan Ishak Mekki-Yudha Pratomo dengan 13.1% dan diperingkat keempat oleh pasangan Saifudin Aswari Rivai- Muhammad Irwansyah dengan 4,3%. Sementara itu masyarakat yang menjawab tidak tahu sebesar 11.6%.

Peneliti Senior Populi Centre ,Hartanto Rosojati kepada media di Palembang, Selasa (12/6), Survei dilakukan melalui metode wawancara tatap muka dengan besaran sampel 800 (delapan ratus) responden yang dipilih secara acak bertingkat (multistage random sampling).

Adapun Margin of error pada survei kali ini sebesar 3,39% dengan tingkat kepercayaan 95%. Provinsi Sumatera Selatan dipilih sebagai lokasi survei karena provinsi ini merupakan salah satu lokasi padat penduduk di Sumatera.

“Hasil temuan dari survei ini antara lain adalah nama Herman Heru menjadi tokoh dengan tingkat popularitas tertinggi jika dibandingkan dengan tokoh lain yang berpartisipasi pada pemilihan Gubernur nanti. Hasil survei menunjukan bahwa Herman Deru unggul dengan 90,5%, disusul oleh calon Gubernur pesaingnya Dodi Reza Alex dengan 79,8%. Di urutan ketiga, terdapat nama Ishak Mekki dengan 76,4%, disusul di urutan keempat oleh Mawardi Yahya (Wakil dari Herman Deru) dengan 39,9%,’’ papar Hartanto Rosojati.

Dia mengatakan, survey yang dilakukan pada 15 sampai 21 Mei 2013 ini juga menunjukkan bahwa nama Herman Deru mendominasi pada tingkat akseptabilitas dari semua kategori. Disusul secara konsisten di urutan kedua dan ketiga oleh Dodi Reza Alex dan Ishak Mekki, sedangkan urutan keempat dan kelima diduduki oleh dua nama yakni Saifudin Aswari dan Mawardi Yahya yang saling bertukar dalam beberapa kategori.

Kategori akseptabilitas tersebut antara lain kategori calon yang dianggap bersih dari korupsi, paling berani memberantas korupsi, paling mampu memimpin, paling religius/taat beragama, paling tegas, paling disukai, dan calon yang paling layak memimpin.

“Kategori yang menarik adalah pada tokoh yang paling bersih dari korupsi. Pada survei bulan Maret 2018 nama Dodi Reza Alex menempati urutan pertama, namun pada survei bulan Mei 2018 peringkat tersebut diambil alih Herman Deru dengan 24% atau meningkat dari 20,1%, sedangkan Dodi Reza memperoleh 18,1% atau menurun dari 20,6%. Pada urutan ketiga dan keempat nama Ishak Mekki mendapat 10,5% dan Saifudin Aswar Rivai mendapat 2,0%. Hal yang sama juga terlihat pada kategori tokoh yang dinilai paling berani memberantas korupsi,’’paparnya.

Dia menjelaskan, untuk urutan tingkat elektabilitas ini sama dengan dua survei sebelumnya pada bulan Maret 2018 dan Januari 2018. Meski demikian terdapat hal yang menarik, yakni selisih tingkat dukungan menjelang pemilihan antara pasangan Herman Deru-Mawardi Yahya yang berada di peringkat pertama dengan pasangan Dodi Reza Alex-Giri Ramanda Kiemas di posisi kedua yang telah menyentuh dua digit angka dengan selisih 10,5%.

Terkait tingkat kemantapan pilihan, katanya, untuk kategori jawaban sudah mantap dengan pilihannya, terjadi peningkatan persentase dari survei sebelumnya; dari 57,8% pada bulan Maret menjadi 67,5% di bulan Mei 2018, Sedangkan pemilih yang menjawab masih mungkin akan merubah pilihannya dalam pemilu sebesar 22,0%, sedangkan sebesar 10,5% belum menentukan pilihannya.

Untuk kategori masih mungkin berubah pilihannya dan belum menentukan pilihan, persentase keduanya mengalami penurunan dibandingkan survei sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa para pemilih di Sumatera Selatan sudah semakin memiliki preferensi terhadap tokoh yang akan dipilih dalam pemilihan Gubernur Sumatera Selatan mendatang.

Hasil survey juga menunjukkan tingkat partisipasi pemilih terlihat sangat tinggi terhadap pemilihan Gubernur Sumatera Selatan pada bulan Juni 2018. Terlihat dari 99,6% masyarakat Sumatera Selatan yang ingin ikut berpartisipasi dalam pesta demokrasi tersebut, sedangkan masyarakat yang masih ragu-ragu untuk berpartisipasi sebesar 0,3% dan masyarakat yang tidak menjawab sebesar 0,1%.

Terdapat hal yang menarik pada survei kali ini, yakni ketika melihat kategori pemilih yang masih mungkin berubah pilihannya, dari 22,0% pemilih pada kategori tersebut, sebesar 62.1% dari 22,0% masih belum bisa menentukan pilihan pasangan calon alternatifnya.

Dengan kata lain, sebesar 13.6% dari 22,0% pemilih yang masih mungkin berubah pilihannya, masih berpeluang diperebutkan suaranya mengingat pemilih ini belum menentukan calon pasangan alternatifnya, sedangkan sisanya 8,4% dari 22,0% telah menentukan pasangan calon alternatifnya.

Hal ini menarik mengingat masih ada banyak pemilih yang masih dapat diperebutkan suaranya, mengingat di sisi lain keinginan pemilih untuk turut serta memilih pada Pemilihan Gubernur mendatang (27 Juni 2018) sangat tinggi.

Sementara itu, pada kategori elektabilitas partai politik apabila pemilihan legislatif dilaksanakan hari ini, PDIP menjadi partai yang memiliki tingkat keterpilihan tertinggi dengan 20,9%, disusul partai Golkar dengan 14.6% di urutan kedua dan partai Gerindra dengan 14,0% di urutan ketiga. PDIP menjadi partai secara stabil dan konsisten berada di peringkat teratas, meski peringkat teratas di bulan September 2017 pernah diduduki oleh Partai Golkar dengan 22,1%.