Rahmat Mirzani Djausal dorong Pemerintah Stabilkan Harga Kebutuhan Pokok di Bandar Lampung

Rahmat Mirzani Djausal

MONITOR, Bandar Lampung – Harga-harga kebutuhan pokok pada awal tahun 2019 merangkak naik di Bandar Lampung. Kenaikan paling signifikan terlihat pada harga gula pasir, yakni sekitar Rp15 ribu per sak. Dari 465 ribu per sak, menjadi 480 ribu per sak.

Kenaikan harga yang cukup besar tersebut merata di pasar-pasar tradisional di Bandar Lampung seperti Pasar Smep, Pasar Tugu, dan Pasar Cimeng. Padahal berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia menjadi negara pengimpor gula terbesar di dunia tahun 2018 sebesar 4,4 juta ton. Terbesar dalam lima tahun terakhir.

Merespon hal tersebut, Tokoh Muda Lampung, Rahmat Mirzani Djausal meminta semua pihak yang berwenang untuk ambil tindakan terkait harga kebutuhan pokok yang merangkak naik, terumata gual. Karena menurutnya akan sangat berpengaruh kepada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) seperti kedai kopi dan industri rumahan yang mayoritas dikelola oleh anak-anak muda.

“Sangat memprihatinkan kenaikan harga-harga kebutuhan pokok terutama gula di Bandar Lampung, padahal seperti yang kita ketahui bersama impor gula Indonesia terbesar di dunia saat ini. Pihak-pihak berwenang harus ambil tindakan dan memberikan penjelasan pada masyarakat, dengan keberlimpahan stok gula harganya malah semakin naik, bukan malah menstabilkan harga. Ini akan sangat berefek pada usaha-usaha UMKM terkhusus di Bandar Lampung,” jelas Rahmat Mirzani Djausal saat dimintai komentar di Bandar Lampung, Jumat (11/1/2019).

Calon Anggota Legislatif DPRD Provinsi Lampung Dapil Bandar Lampug tersebut ikut serta dalam memastikan kebenaran kenaikan harga di Bandar Lampung dengan mengunjungi pasar-pasar tradisional dan mendatangi kedai-kedai kopi yang dikelola pengusaha muda di Bandar Lampung. “Pedagang maupun pelaku usaha yang mengandalkan gula sangat kewalahan dengan kenaikan harga tersebut, kedepan kita akan mendorong pihak terkait untuk menstabilkan kembali harga,” tegasnya.