PW GP Ansor Provinsi Kepri Dukung Gerakan Kapolri Perangi Hoaks

Ilustrasi : Hoaks

MONITOR, Batam –¬†Maraknya peredaran berita bohong (Hoaks) saat ini masih didominasi opini dengan pengaruh kuatmedia sosial. Informasi dunia maya ini melesat cepat merubah cara berfikir dan perilaku manusia. Parahnya medsos dijadikan alat provokasi, fitnah dan caci maki, dengan menghalalkan segala cara.

Demikian kutipan yang disampaikan disampaikan oleh Wakil ketua Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Abdul Majid Jufri, saat mengisi kajian rutin mingguan di Ponpes Mambaus Sholihin Bintan, Selasa (1/05).

Gus Majid sebutan akrab Abdul Majid Jufri yang juga pengasuh Ponpes Mambaus Sholihin Bintan ini juga menyatakan, Informasi hoax yang massif dan bergentayangan di tengah masyarakat dari satu gadget ke gadget yang lain disantapnya tanpa sensor, seolah menjadi kebenaran. “Informasi hoax sudah dianggap sebagai berita haq, hal ini sunggguh memprihatinkan,” tegas Gus Majid.

Selain itu, Majid juga mengajak masyarakat khususnya umat islam untuk lebih arif dan hati-hati dalam menyikapi informasi yang diterima. “Informasi¬† jangan langsung kita telan mentah-mentah dan langsung disebarkan kepada orang lain. Akan tetapi informasi tersebut harus dicari keabsahannya, sehingga ketika di sebar tidak menimbulkan fitnah atau masalah baru,” harap Majid.

Majid juga menambahkan, pihaknya sangat mengecam apapun bentuk berita hoaks, karena itu dapat menimbulkan perpecahan. Dirinya juga memandang bahwa Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kita sudah melakukan gerakan untuk memberantas pemberitaan hoaks yang sudah meresahkan warga saat ini.

“Kami sangat mendukung langkah Kapolri untuk memberantas berita hoaks dan beberapa kali Kapolda Kepri bekerjasama dengan GP Ansor dalam sosialisasi gerakan anti hoax,” pungkasnya.