Diserang Kampanye Hitam, Tim HDMY Tak Mau Terprovokasi

MONITOR, Palembang – PemilIhan Kepala Daerah (Pilkada) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) semakin dinamis dan mulai memanas, salah satunya dengan maraknya fitnah dan kampanye hitam yang bertujuan menyerang pasangan calon tertentu.

Terbaru, kampanye hitam menyerang pasangan calon Herman Deru-Mawardi Yahya (HDMY) dengan berbagai isu mulai dari ijazah palsu, korupsi hingga selingkuh.

Alfrenzi Panggarbesi, Kordinator Media Centre HDMY mengatakan pihaknya sebenarnya enggan menanggapi kampanye hitam dan isu murahan ini dan tidak terkejut dan terpengaruh lagi dengan kampanye hitam dan fitnah yang dituduh kepada HDMY.

“Semuanya hoax. Gak tahu lagi ada kampanye hitam apa lagi makin mendekati hari pencoblosan,” katanya di Palembang, Kamis (26/4).

Alfrenzi menambahkan bahwa kampanye hitam itu dilakukan untuk mendowngrade posisi HDMY yang pada seluruh survey tetap tertinggi dan paling berpeluang memenangkan pilkada 2018 yang tinggal 2 bulan lagi.

“Mereka ingin menganggu kosentrasi pasangan HDMY dan tim pemenangan yang terus fokus berkampanye dan mensosialisasikan program HDMY ke seluruh maysrakat Sumsel,” tegasnya.

Alfrenzi yakin jika masyarakat Sumsel sudah cerdas dan tidak akan terpengaruh oleh berita berita hoax dan kampanye hitam yang sengaja direkayasa dan dimunculkan setiap pilkada.

” Pak Alex Noerdin dulu juga diserang dan diisukan selingkuh dgn seorang cewek saat jelang Pilkada,” katanya.

“Kami mengimbau semua pihak utk tetap berkomitmen menjalankan pilkada damai tanpa kampanye hitam dan politik uang. HDMY sangat percaya bahwa Allah swt dan masyarakat Sumsel mengetahui siapa sebenarnya sumber penyebar fitnah. Kami tidak akan membalasnya dengan fitnah. Biarkanlah Allah membalasnya,” pungkasnya.