Survei IPI : Elektabilitas Prof Andalan Unggul di Pilgub Sulsel

MONITOR, Makassar – Lembaga survei Indeks Politica Indonesia (IPI) merilis hasil temuannya terkait elektabilitas kandidat calon Gubernur dan Wakil Gubernur pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulawesi Selatan 2018.

Direktur eksekutif IPI, Suwadi Idris Amir menjelaskan, survei ini bertujuan untuk mengetahui lebih dalam tentang potret terbaru dari perilaku pemilih terhadap elektabilitas empat pasang calon yang saat ini bertarung di Pilgub Sulsel 2018 yang tersisa kurang lebih 7 hari lagi.

Dalam survei tersebut, IPI melaksanakan riset pada tanggal 29 Mei hingga 10 Juni 2018 di 24 Kabupaten/Kota dengan menggunakan metode Multistage random sampling sebanyak 1.234 responden, dan diperkirakan margin of error sebesar 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Hasilnya, pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur nomor urut 3, Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (Prof Andalan) masih menempati posisi elektabilitas tertinggi yang jauh mengungguli pasangan calon lainnya. Dalam survei tersebut Prof Andalan memiliki elektabilitas sebesar 32,9 persen.

Diurutan kedua ada pasangan Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar sebanyak 25,4 persen. Kemudian diurutan ketiga pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar sebesar 21,6 persen dan diurutan terakhir ada pasangan Agus Arifin Nu’mang-Tanribali Lamo 8,1 persen. Sedangkan yang belum menentukan pilihan sebanyak 12 persen.

“Jadi hasil survei ini dengan tingkat elektabilitas tertinggi ada pada Prof Andalan, dengan wawancara ke responden secara tertutup,” kata Suwadi dalam konferensi persnya, di Swiss-belin Hotel, Makassar, Rabu (20/6/2018).

Sementara survei Top of Mind atau survei kepada pemilih yang spontan memilih, Pasangan Nurdin Abdullah menempati posisi teratas dengan posisi 29,2 persen, disusul Nurdin Halid sebesar 23,4 persen. Sedangkan Ichsan Yasin Limpo sebesar 19,6 persen dan Agus Arifin Nu’mang hanya sebanyak 5,8 persen.

“Apalagi Prof Andalan banyak memenangkan survei disejumlah dapil atau daerah-daerah. Di wilayah selatan saja pasangan Prof Andalan bisa mengalahkan IYL-Cakka, seperti di Takalar, Jeneponto, Bantaeng dan Bulukumba,” ungkapnya.

Survei IPI ini juga memotret strong voters (pemilih yang sudah sangat sulit berpindah ke kandidat lain) empat pasang kandidat tersebut. Hasilnya, Pasangan Prof Andalan memiliki strong voter terbesar yakni 25,4 persen. Pasangan NH-Aziz sebesar 18,5 persen strong voters, IYL-Cakka hanya 18 persen, sedangkan Agus-Tanribali 5,1 persen. Selebihnya yang tidak menjawab 5,2 persen.