Kementerian Pertanian Dukung ‘Michino-Eki’ di Kota Tomohon

MONITOR, Tomohon – Dalam 3 tahun ke depan, Kota Tomohon akan mengembangkan sektor wisata berbasis pertanian melalui pembangunan stasiun jalan ( rest area ). Wisata berbasis pertanian ini mengadopsi konsep “Michino-Eki” dari Kota Minamiboso di Jepang.

Pembangunan ini merupakan kerjasama antara kedua kota di bawah supervisi Kementerian Pertanian dan Japan International Cooperation Agency (JICA). Diharapkan pada 2021, Tomohon sudah memiliki stasiun jalan dan membeli produk unggulan di kota ini.

Untuk meresmikan kerjasama antar dua lembaga tersebut, dilakukan penandatanganan kontrak pada 9 November lalu di Kota Tomohon. Dalam sambutannya, Sri Wijayanti Yusuf Direktur Perlindungan Hortikultura mewakili pihak Kementerian Pertanian menyampaikan ucapan selamat kepada Pemerintah Kota Tomohon dan Kota Minamiboso atas kemitraan yang terjalin dengan JICA. Oleh karena itu proyek ini harus didukung banyak pihak, seperti Dinas Pariwisata, Dinas Perdagangan dan UMKM, sehingga bisa berkelanjutan pelaksanaannya.

“Selamat kepada pemerintah Kota Tomohon dan Kota Minamiboso atas kemitraan yang terjalin. Kami sangat menghargai JICA atas dukungan dan bantuannya. Bapak Dirjen secara khusus menaruh harapan pada keberhasilan proyek kerjasama ini. Kegiatan ini harus memberikan manfaat dan tambahan pendapatan petani Hortikultura,” imbuh Sri.

Konsep “Michino- Eki” di Kota Minamiboso merupakan stasiun jalan yang bertujuan untuk mengembangkan komoditas unggulan. Komoditas unggulan daerah tersebut di antaranya buah Biwa berikut produk olahannya. Selain itu konsep kota dijadikan pusat kemitraan dan mitigasi bencana.

Pada perkembangannya, stasiun jalan ini berkembang menjadi rest area dan pusat perdagangan pertanian. Konsep ini dianggap cocok diterapkan di Kota Tomohon yang memiliki potensi tanaman hias dan sayuran organik. Kota ini bersama beberapa kota lain seperti Kota Batu, Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Garut terpilih dari 14 kota se-Indonesia untuk menjalankan proyek kemitraan dengan Jepang.

Dengan kehadiran stasiun jalan, Pemerintah Kota Tomohon menargetkan kenaikan produksi tanaman hias, sayuran organik serta jumlah wisatawan hingga 10%. Dengan kenaikan ini diharapkan Tomohon menjadi salah satu tujuan favorit di Sulawesi Utara selain Kota Manado dan Bunaken.

Jauh pada tahun 2016 lalu, perwakilan kedua kota telah saling mengunjungi dan melihat potensi kerjasama yang bisa dilakukan. Dari kunjungan itu dipilih kerjasama pembangunan agrowisata dan penanggulangan bencana, mengingat Kota Tomohon terletak di kaki Gunung Lokon dan Gunung Mahawu yang masih aktif.

Acara penandatangan kontrak rencana kerja ini dihadiri oleh jajaran pemerintahan termasuk walikota dari Kota Tomohon dan Kota Minamiboso. Selain itu perwakilan Kementerian Pertanian, Muspida, Kodim 1302, perwakilan DPRD dan pejabat setingkat Eselon II dan III turut hadir. Acara dibuka oleh Walikota Tomohon, Bapak Jimmy F. Eman. Saat membuka acara, dirinya berharap warganya sigap bencana dan mampu mengevakuasi dirinya saat bencana terjadi.

Selain itu konsep pengembangan stasiun jalan ini diharapkan mampu memaksimalkan potensi pariwisata dan produk pertaniannya sehingga berdampak pada peningkatan pendapatan dan kesejahteran petani.

“Tomohon merupakan kota paling kecil di Sulawesi Utara, tanpa laut dan dikelilingi gunung, namun mempunyai potensi pertanian yang besar dengan karakteristik kota yang mirip dengan Kota Minamiboso”, jelas Jimmy.

Yutaka Ishii, Walikota Minamiboso, menceritakan bahwa kotanya memiliki delapan “Michino-Eki”. Jumlah ini terbanyak di Jepang. Kesuksesan membangun stasiun jalan ini membawanya sebagai ketua Asosiasi “Michino-Eki”. Dengan pengalaman yang dimiliki Kota Minamiboso, diharapkan dapat terjalin kerjasama yang saling menguntungkan antara Indonesia dan Jepang.

“Kota saya memiliki delapan “michi-no-eki. Ini paling banyak di Jepang. Saya harap dengan pengalaman yang dimiliki Kota Minamiboso, bisa terjalin kerjasama yang saling menguntungkan antara Indonesia dan Jepang,” jelas Yutaka.