Dihadapan Prof Nurdin, Warga Biring Bulu Keluhkan Pembangunan Jalan

Rombongan Prof HM Nurdin Abdullah menelusuri jalan darat dari Turatea Jeneponto ke Biring Bulu Kabupaten Gowa

MONITOR, Gowa – Prof HM Nurdin Abdullah, Calon Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) nomor urut 3, menyusuri jalan darat dari Turatea Jeneponto ke Biring Bulu, Kabupaten Gowa, Jumat (8/6).

Dalam kesempatan tersebut, salah seorang warga di Kecamatan Biring Bulu, Kabupaten Gowa, dihadapan Prof Nurdin menceritakan bahwa sebagian masyarakat di daerahnya merasa belum merdeka dengan pemerintahan saat ini.

“Kami merasa belum merdeka, kami selalu diminta bayar pajak, tetapi jalan di kampung kami tidak pernah diaspal,” ujar Budi di hadapan Prof Nurdin.

Untuk diketahui, rombongan Prof Nurdin berangkat sekitar pukul 07.00 WITA dari Bantaeng menuju Biring Bulu melalui Jeneponto. Iring-iringan kendaraan melaju hingga Desa Buly Loe Jeneponto.

Rombongan Prof HM Nurdin Abdullah menelusuri jalan darat dari Turatea Jeneponto ke Biring Bulu Kabupaten Gowa
Rombongan Prof HM Nurdin Abdullah menelusuri jalan darat dari Turatea Jeneponto ke Biring Bulu Kabupaten Gowa

Saat masuk Desa Lembang Loe Biring Bulu Gowa, laju kendaran yang saat itu membawa rombongan Prof HM Nurdin Abdullah mulai melaju pelan dan goyang. Jalanan sekitar lima kilometer sejak masuk Biring Bulu ke Desa Pencong tersebut dilalui rombongan sekitar tiga jam.

Di sana, salah seorang Warga Lembang Loe dan Warga Desa Pencong, Biring Bulu sempat mengutarakan permintaannya kepada Prof HM Nurdin Abdullah agar jalan di lokasi mereka diaspal jika nanti terpilih sebagai Gubernur Sulsel.

“Kami minta dibangunkan juga puskesmas warga disini kalau sakit seperti menunggu mati saja,” jelas Sahabuddin warga Baebae.

Warga yang lain meminta akses pasar terhadap hasil pertanian. “Produk pertanian kami, jagung banyak tapi susah dijual. Kalau ada pasar bagus,” jelas Hasanuddin.

Calon Gubernur Sulsel Nomor Urut 3 Prof HM Nurdin Abdullah menjelaskan, datang ke Pencong sudah dua kali dengan tujuan untuk menampung harapan warga.