Soal Gubernur Baru, Ini Harapan Publik Jabar Versi Survei Poltracking Indonesia

Monitor, Jakarta – Tak lama lagi giliran Jawa Barat yang akan melakukan pemilihan Gubernur, yakni pada 2018 mendatang, lalu bagaimana harapan warga Jabar tentang pemimpin baru mereka?

Hasil survei Poltracking Indonesia yang dilaksanalan pada 18-24 Mei 2017 dengan metode multistage random sampling menemukan bahwa tertinggi publik Jabar mengharapkan pemimpin yang jujur.

"Jujur 22,63 persen, Merakyat 19,38 persen, dan Terbukti Kinerjanya 17.63 persen merupakan sifat/aspek yang paling diharapkan publik untuk memimpin Provinsi Jawa Barat lima tahun kedepan," kata Direktur Eksekutif Poltracking Hanta Yudha saat pemaparan hasil survei, Kamis (8/6).

Selain itu, publik Jabar juga berharap pemimpin yang baru mampu mengendalikan harga kebutuhan pokok dengan peresentase 32.00 persen, Menciptakan lapangan kerja 22.50 persen, pendidikan gratis 10.80 persen.

"Ini artinya, tiga isu yang menjadi aspirasi publik ini penting untuk diperhatikan calon gubernur," terangnya.

Survei Poltracking kali ini juga menemukan, Gubernur dan Wakil Gubernur saat ini dinilai cukup berhasil menangani masalah Pelayanan Kesehatan dengan presentase 63.75 persen, pendidikan yang terjangkau 61.13 persen, pembangunan infrastruktur jalan raya 57.13 persen dan pelayanan publik 46.13 persen.

Survei ini dilakukan dengan jumlah responden 800 orang dengan margin of eror sebesar kurang lebih 3,5% pada tingkat kepercayaan 95%. Masud dan tujuannya sendiri yakni untuk melihat persepsi dan prilaku masyarakat menjelang Pilkada Jawa Barat 2018.