Sikapi Kabar Alex Nurdin Labrak Bawahannya, Herman Deru: Jika Melakukan Kritik, Lakukanlah Dengan Data

MONITOR, Palembang – Calon Gubernur Sumsel Herman Deru terlihat cukup kaget mendengar kabar tindakan Gubernur Alex Noerdin yang berseteru dengan bawahannya. Alex Noerdin melabrak Anna Zamzami Ahmad, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Sumsel. Bahkan akibat labarkan tersebut, Anna Zamzami sempat dilarikan ke RS Siloam akibat menderita shock berat. 

Seperti diketahui, pada 12 Februari 2018 lalu, Herman Deru juga dikabarkan pernah dilabrak Alex Noerdin di pesawat. Namun Bupati OKU Timur dua periode tersebut mengaku segera tertunduk dan menarik nafas panjang. 

Menanggapi hal itu, Herman Deru berharap publik untuk tidak terus menyalahkan Alex Noerdin. “Beliau itu orang tua kita, kalau memberi kritik, sampaikanlah dengan santun tapi berbasis data yang kuat. Kalau soal labrak-labrak ini sebaiknya Pak Gub segera ditemani psikolog. Atau bagaimanalah, malu Sumsel sama dunia, kalau labrak-labrak ini terjadi terus,” ujarnya sesaat sebelum memberi sambutan di Pengajian Triwulan Muslimat NU Ke-8 di Kecamatan Belitang Madang Raya, Kabupaten OKU Timur, Minggu (25/2).

Ketua Forum Pemerhati Pilkada Agus Surya Buana yang dihubungi media ini memberi tanggapan serius. Menurutnya bisa jadi rentetan kejadian yang menuai respon luas di media sosial itu adalah semacam gejala pre PPS (post power syndrome). PPS ini adalah gejala dimana penderita mengalami kegelisahan akan menghadapi kenyataan bahwa kekuasaan yang diembannya selama bertahun-tahun sebentar lagi akan hilang. Jika tidak segera diobati, gejala ini nantinya akan jadi syndrome. “Penderita akan benar-benar mengalami post power syndrome sehingga hidupnya tidak nyaman dan bisa berujung stress,” ujarnya.

Surya menambahkan post power syndrome biasanya akan kena ke orang yang tidak mempersiapkan diri ketika segala atribut artifisial yang melekat pada dirinya harus dibuang seperti jabatan, kekuasaan, karier, keterkenalan, penghormatan dari bawahan dan seterusnya.