Seminggu Hilang, Turis asal Jerman Ditemukan Tewas di Gunung Sibayak

MONITOR, MEDAN – Walter Kalus, pendaki asal Jerman yang hilang saat mendaki Gunung Sibayak sepekan lalu akhirnya ditemukan. Kondisi Walter saat ditemukan di Air Terjun Dua Warna dalam keadaan sudah tidak bernyawa lagi. 

Hilangnya Walter setelah mendapatkan informasi dari salah seorang karywaan Hotel Sibayak yang mengatakan Walter belum kembali. Laporan ini diterima Kantor SAR Medan pada Jumat (23/6/2017) dari anggota Polres Tanah Karo. 

Mendapatkan informasi tersebut pada Pukul 07.15 WIB Tim Rescue Pos SAR Medan, berjumlah 10 orang bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan operasi SAR.  Selain Tim yang pertama Kantor SAR Medan pada Pukul 11.30 WIB mengirimkan Tim ke II menuju Gunung Sibayak. Dengan pengiriman kedua ini, berarti total ada 20 rescuer yang dikirim Kantor SAR Medan untuk melakukan pencarian di Gunung Si Bayak.

Pencarian korban dilakukan tim SAR gabungan di seluruh rute yang dimungkinkan untuk melakukan pendakian Gunung Sibayak. Pihak keluarga korban pun turut serta terlibat dalam pencarian. Korban diduga tersasar karena berdasarkan informasi yang diterima tim di lapangan sempat ada kabut. Jalur yang dianggap tidak lazim dilewati para pendaki pun tidak luput dari penyisiran tim SAR gabungan. 

Mulai dari hari pertama, area pencarian terus diperluas namun cuaca dan kabut menjadi kendala dalam melakukan pencarian korban. Setelah 7 hari pencarian korban akhirnya ditemukan, Kamis (29/6/2017). Tidak tanggung-tanggung, Wolter ditemukan 20 km dari lokasi terakhirnya dalam keadaan mengenaskan. 

Namun demikian proses evakuasi baru dilakukan hari ini (30/6/2017). Mengingat saat korban ditemukan turun hujan yang cukup deras. Pagi ini, pukul 07.30 WIB SRU 1 mulai bergerak menuju lokasi kejadian untuk mengevakuasi Wolter. Selang 1,5 jam kemudian SRU 2 dan 3 kembali diberangkatkan menuju lokasi ditemukannya korban. 

Proses evakuasi sendiri memakan waktu kurang lebih 3 jam. Pukul 15.00 WIB tim SAR gabungan akhirnya berhasil mengevkuasi korban ke Posko Sibolangit. Selanjutnya korban dibawa menuju Rumah Sakit Bhayangkara guna keperluan visum.