Pengamat: Mereka yang Mulai Sibuk Kampanye Setelah Mendaftar, Akan Sulit Menang

MONITOR, Palembang – Pilkada Sumatera Selatan telah memasuki babak pertarungan citra, ide dan gagasan. Seperti biasa janji-janji dan slogan mulai bermunculan. Dari pasangan calon (paslon) yang terdaftar, Herman Deru-Mawardi Yahya (HDMY) dinilai sebagai paslon yang paling santai menghadapi hari Pilkada yang semakin dekat. 

Diduga, santainya pasangan HMDY dikarenakan jaringan yang telah terbentuk sejak lama yang bekerja secara alami namun tetap terarah. Hal itu nampak dari banyaknya Koordinator Kabupaten (Korkab) dan Koordinator Kecamatan (Korcam) HMDY yang kini lebih banyak sibuk di lapangan untuk pemenangan di lapis bawah, ketimbang sibuk beropini di media sosial.

Perwakilan Tim HDMY Tingkat Provinsi, Sahrun Shobri mengatakan, pada waktu lima bulan tersisah ke hari pemungutan, pihaknya kini hanya fokus untuk gerakan lapis bawah, yakni kampanye berbasis komunitas yang terjadi di semua area provinsi, kabupaten kota, kecamatan, desa hingga ke berbagai TPS.

"Cara kerja ini telah menuai hasil, setahun lalu menurut survei, elektabilitas Bang Herman Deru ada di kisaran 20 persenan, kini bahkan saat sudah berpasangan, elektabilitas sudah melambung di kisaran 40 persenan, kita akan jaga dan tingkatkan ini,” ujarnya saat ditemui media ini, di posko Jalan Tanjung Api-Api, Palembang, Kamis (8/2).

Diwawancara terpisah, Pengamat Politik yang juga Direktur Konsepindo Research and Consulting Jakarta, Veri Muhlis Arifuzzaman menyatakan, Pilkada Sumsel memang menarik untuk diperhatikan mengingat pesertanya adalah figur-figur ternama dan memiliki jabatan penting sekarang maupun sebelumnya. 

Namun, dari sudut pandang pemenangan Pemilu, proses pengusungan dan berpasangannya para figur, telah menunjukkan seperti apa persiapan masing-masing paslon. Menurutnya, tak bisa dibantah nampak beberapa figur memang mendadak berpasangan.

“Tentu pasangan dadakan ini akan sulit mendongkrak popularitas apalagi elektabilitas,” ujarnya saat dihubungi melalui saluran telpon, Kamis sore.

Veri Muhlis menjelaskan, secara teori agak sulit bagi tiga bakal pasangan calon yang ada untuk mengejar ketertinggalan elektabilitas dari Herman Deru – Mawardi Yahya. Menurutnya selain masih kuatnya strong supporter Herman Deru di pilkada lima tahun lalu, pergerakan kampanye Herman Deru dan Mawardi Yahya juga cukup elegan. 

“Mereka, terutama Deru, berhasil meyakinkan publik bahwa satu dasawarsa kepeimpinan Alex Noerdin sudah cukup. Kini saat yang tepat baginya menggantikan Alex dan memperbaharui semua kegagalan, kelemahan dan kekurangannya,” ungkapnya.

Advertisementdiskusi publik wagub dki