Pelaku Industri Pariwisata Dukung Prof Andalan

MONITOR, Selayar – Kepulauan Selayar yang memiliki gugusan pulau-pulau sebanyak lebih 130 buah memiliki potensi pariwisata yanng luar biasa. Perlu sentuhan inovasi dan infrastruktur untuk mengelolanya sehingga bisa mendunia, seperti halnya Bali, Wakatobi atau Raja Ampat. 

Hal tersebut diungkapkan Calon Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman (Andalan) saat berkunjung ke Kepulauan Selayar. Menurutnya, Kepulauan Selayar memiliki potensi wisata bahari yang sangat bagus, sehinga sayang jika potensi tersebut tidak tergarap dengan maksimal.

"Selayar memliki potensi yang luar biasa, sayang kalau tidak dikelola dengan maksimal," kata Andalan, Senin, (9/4/2018).

Menurut Andalan, Kepulauan Selayar jika dihubungkan dengan wilayah yang memiliki potensi wisata bahari lainnya akan membentuk "Kawasan Segitiga Wisata Bahari". Yang menhubungkan kawasan wisata bahari di Wakatobi Sulawesi Tenggara, dan Pulau Komodo Nusa Tenggara Timur. 

"Jika tergarap dengan baik, akan menjadi kawasan segitiga wisata bahari yang fantastis, Komodo, Selayar dan Wakatobi," jelas Andalan.  

Apalagi, Kepulauan Selayar memiliki obyek wisata yang terkenal keindahannya, yakni Taman Nasional Takabonerate yang baru saja diajukan bersama Taman Nasional Bromo Tengger Semeru untuk masuk kedalam UNESCO. 

Taman Nasional Takabonerate memiliki karang atol terbesar ketiga di dunia yaitu setelah Kwajifein di Kepulauan Marshal dan Suvadiva di Kepulauan Moldiva. Sehingga sangat cocok untuk wisata bahari seperti sailing, diving, snorkeling, berenang, camping, fishing, hingga bermalas-malasan dengan tujuan melepas kejenuhan dalam beraktifitas.

"Luas atol tersebut sekitar 220.000 hektar, dengan terumbu karang yang tersebar datar seluas 500 km². Luar biasa keindahannya, cocok untuk untuk wisata bahari seperti sailing, diving, snorkeling, berenang, camping, fishing ," tambah Andalan.

Andalah menambahkan, industri pariwisata sebagai lokomotif ekonomi untuk percepatan pembangunan Indonesia. Apalagi, industri pariwisata Indonesia menyerap banyak sekali jumlah tenaga kerja, pelaku usaha, masyarakat lokal, hingga instansi pemerintah dalam bekerjasama di multi sektor untuk menjadikan sebuah produk yang siap dinikmati oleh wisatawan. Sehingga dengan melibatkan multi sektor besar sekali efek domino yang dirasakan dari perputaran uang di industri pariwsata ini karena memang begitu besar.

Sementara itu, pelaku industri pariwisata di Kepulauan Selayar Doni, mengakui keindahan alam dan potensi pariwisata yang ada di Kepulauan Selayar. Menurutnya, jika dikelola dengan maksimal, Kepulauan Selayar tak kalah dengan destinasi wisata bahari yang lain. 

"Apalagi, keindahan Kepulauan Selayar sebenarnya sudah dikenal banyak kalangan, yang diperlukan adalah penataan dan infrastruktur untuk mendukung industri pariwisata," kata Doni, warga negara Perancis yang mengelola Eco Resort di Pantai Pinang, Kepulauan Selayar.

Doni meyakini industri pariwisata di Kepulauan Selayar akan bertambah baik jika Prof Andalan memimpin Sulsel. Sebab, reputasi Prof Nurdin dalam membangun Kabupaten Bantaeng sudah teruji.

"Saya yakin Prof Nurdin mampu melakukannya," pungkasnya.