PDIP Terkejut Djarot Kalah di Hasil Quick Count

Pasangan Cagub-Cawagub Sumatera Utara (Sumut), Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus

MONITOR, Medan – Pilkada serentak 2018 telah selesai melakukan pengambilan suara hari ini, berbagai lembaga survei menggelar hitung cepat (quick count) setelah pemungutan suara Pilkada Serentak 2018.

Salah satunya, Lembaga survei indonesia (LSI) Denny JA menyatakan bahwa berdasarkan hasil quick count atau perhitungan cepat, pasangan Edy Rahmayady-Musa Rajekshah (Erasmus) memenangi pemilihan Gubernur Sumatera Utara.

Mereka berhasil mengalahkan pesaingnya, Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus(Djoss), Medan, Sumatra Utara 27 Juni 2018.

Pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah unggul sementara dengan perolehan suara sebesar 56,97 persen. Pasangan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus sebesar 43,03 persen.

Sebelumnya, Djarot sempat jumawa dan menyebut jika ia dan pasangannya Sihar Sitorus, akan memenangkan Pilgub Sumut 2018.

Mereka optimis dapat meraih suara lebih dari 50 persen. Mereka juga siap merangkul pasangan yang mereka kalahkan untuk membangun Sumatera Utara.

Namun faktanya, berdasarkan hasil hitung cepat yang digelar sejumlah lembaga survei, pasangan Djarot-Sihar dinyatakan kalah dengan kisaran lebih dari 10% dari Edy Musa.persentase data yang diterima 100 persen dengan vote turnout 58,02 persen.

Ditemui di DPP PDIP di Jalan Diponegoro sore tadi Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, partainya terkejut dengan hasil hitung cepat atau quick count  Pemilihan Gubernur Sumatera Utara alias Pilgub Sumut.

Beberapa lembaga survei menempatkan pasangan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus atau Djarot-Sihar kalah dibandingkan pasangan Edy Rahmayadi – Musa Rajekshah.

Hasto mengatakan, PDIP akan mengkaji apakah kekalahan tersebut karena ada pergesekan dari aspek suku, etinisitas, daerah asal atau tidak.